“A wise man never knows all, only fools know everything.” ~ African Proverb

Sebuah postingan sosmed, Tiga Kiat Sukses Investasi Saham. Wisdom, kebijakan sangat penting karena pengendalian diri adalah kunci sukses. Skill, harus punya dalam mengambil keputusan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham. Knowledge, harus punya tentang strategi investasi saham dan cara memilih saham.

Susah ya mau jadi investor aja?
“Banget.”
Jadi gimana dong?
“Udah nggak usah jadi investor. Lupain aja.”

Sejak kehebohan virus di Indonesia dimulai di Maret 2020, setiap ada dana nganggur, saya belikan saham. (Nothing special, sebelumnyapun.) Ada sisihan pemasukan, saya belikan. Ada tambahan rezeki, saya belikan. Saya membeli 2 saham bank BUMN (sekali ini, jarang-jarang, saya menelanjangi diri, sedikit). Lalu saya coba berhitung.

Sukseskah saya? Nassim Nicholas Taleb menunggu jawaban saya. Dan saya akan legowo menjawab, “kebetulan”, sebelum dia marah dan menulis lanjutan “Black Swan”. Kebetulan karena kasus di Indonesia tidak gila-gilaan (walaupun tetap memprihatinkan), kebetulan karena ekonomi tidak sangat parah sekali (mari fair kita akui), kebetulan karena vaksin sudah di depan mata (Amiinnn).

Sukseskah saya? Izin Om Taleb, untuk yang satu ini saya sama sekali tidak merasa kebetulan. Soal pilihan saham, 2 jagoan itu. Jadi ada kombinasi faktor kebetulan (tidak melulu dia) dan faktor pilihan (kita yang menentukan), keduanya kebetulan (jiaahhh dia lagi) berjalan beriringan. (Monggo kalau Om mau revisi sedikit “Black Swan”.)

Peran tiga kiat di atas? Saya tidak sepintar itu, dan tidak senjlimet itu. (Dan kalaupun kamu pintar, saya tidak berharap kamu perlu senjlimet itu, Kawan.) Wisdom, saya punya, ada di setiap jengkal tulisan saya. Itu lebih dari cukup untuk mengajar saya memilih perusahaan yang benar, melihat harganya sebelum pandemi, dan menunggu pensiun bahagia nanti. Kiat skill tahu waktu yang tepat untuk membeli saham? Setiapsaat, wahai investor, setiapsaat! (Bosan kan dengar kata itu?) Skill cari uang saja yang dikembangin, untuk nantinya dibelikan saham. Dan skill-skill lain macam naik gunung, diving, terbang layang, yang dipakai nanti waktu selesai jualan saham. Knowledge, strategi, cara memilih? Binatang apa itu? No comments dah, mari belajar saja dari saudara-saudara kita di benua Afrika. (Kamu tahu, nenek moyang kita Homo Sapiens itu aslinya dari benua itu? Jadi, mari jangan kualat.)

Sukseskah saya? (Sedikit lagi telanjang) kalau uang saya, yang sejak Maret itu, berkembang lebih dari tigapuluh persen dalam kurun waktu enam bulan, buat ukuran saya sih iya. Pastinya ada yang untung lebih banyak, who cares, atau tidak sama sekali juga, who cares juga.

Kamu mulai nyerah?
“Saya mulai lelah.”

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.