Kantor Bupati SoE, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Jumat, 27 Oktober 2023
Pukul 15:30

Sang Waktu adalah penguasa kehidupan, dan Bli Agus yang sebelumnya selalu siaga dan ramah tanpa lelah membantu kami sesama pelari, Bli Agus yang kami kasihi, telah lebur bersamanya dalam keabadian.

Sang Waktu adalah penguasa semesta. Matahari sekalipun tunduk tak sanggup melawan, dipaksanya perlahan condong ke barat, membawa jingganya ke peraduan. Hanya mampu mengintai di antara celah pohon-pohon berdahan kering dan berdaun jarang yang dibakarnya saban hari. Namun juga seolah menyimpan sebuah dendam, akan kembali untuk memanggang para pelari, besok, pagi hingga siang. Tunggu saja! Sementara bulan merah yang datang bersinar terang, oh tidak, tidak cukup sempurna, masih perlu menunggu Sang Waktu memberinya satu hari lagi, untuk menuju purnamanya.


Meluncur turun dari SoE, di ketinggian 900 mdpl berangin sejuk, ke Check Point (CP) pertama KM25 (sekitar 200 mdpl), semua terasa ringan dan mudah. Masih bisa bersorak dan bertepuk tangan bersama anak-anak yang berbaris di jalanan, dan yang setia menunggu menyambut saat memasuki CP. Tiga jam perjalanan berlari, masih segar, masih belum mampu membuat perut kelaparan, masih cukup diganjal dengan pisang goreng dan teh manis hangat di CP.

Selanjutnya jalanan datar, lalu mendaki ke ketinggian 450 mdpl, dengan beberapa lokasi di antaranya longsor meninggalkan jurang menganga dalam, serta jalanan darurat berdebu tebal yang menguap terbang di depan mata dalam sorot lampu senter kepala. Menempuh 30K berikutnya, menuju CP2 di KM55, lima jam menembus ruang malam, mendambakan kaos kering, makan tengah malam nasi berkuah sup, teh jahe hangat, sembari duduk istirahat memulihkan tenaga.


Sang Waktu adalah ayah dari kerendahan hati. Mengajarmu untuk meminta-mengiba donasi, untuk fasilitas air bersih demi anak-anak perempuan yang tidak kau kenal, dan tidak mengenalmu, untuk kemudian ikhlas dilupakan. Mengajarmu untuk mengingat kembali betapa kecil dan tak berarti sosokmu, pada sore cerah yang megah, pada samudra malam yang sunyi, di jalan gelap membelah hutan yang tak kau mengerti kiri kanannya, di sorot mata siang hari yang menggentarkan yang membuatmu tertunduk dalam.

Sang Waktu adalah ibu dari kesabaran, yang dititipkannya pada sapa ramah warga dan klakson para pengendara, pada teriak semangat anak-anak dan lolong anjing tengah malam, pada debu kemarau kering dan bunga merah cerah pohon sepe, pada bulan yang setia dan terik sinar matahari, pada malam yang gerah dan siang laksana neraka, pada aspal panas jalan dan guyuran air es dingin, pada kucuran keringat lelah dan jeritan otot-otot kaki, pada titik nadir putus asa dan tetes air mata tabah.


Melintas gelap Hutan Camplong sejauh 7K, dalam penjagaan tentara -yang berteman api unggun- setiap beberapa ratus meter. Malam perlahan berganti subuh. CP3 KM75 lengang, tidak seramai CP-CP sebelumnya. Sebagian besar pelari sudah beranjak mendahului, melanjutkan penggal terakhir. Hanya tertinggal beberapa pelari yang rebah di velbed, DNF, do not finish, entah karena mual muntah-muntah, cidera, blister, atau sakit. Juga hanya tersisa makanan kering, nasi dan ayam goreng. Popmie berkuah panas tampaknya lebih menarik, walaupun hanya mampu menelan setengahnya. Dan segelas kopi hangat.

Ujian sesungguhnya adalah 33K tersisa, menuju titik akhir di Kantor Gubernur NTT, Kupang. Matahari terik sejak pukul 6 pagi terus mengiringi, tanpa henti hingga tengah hari bolong. Jalanan datar memasuki kota, sejauh mata memandang, lurus dan panjang, sungguh panjang, terbentang menyebalkan, menguras tenaga dan sisa-sisa nyali yang masih ada. Kendaraan-kendaraan -baiknya- melintas lambat dan bersahabat, memberi ruang tubuh yang lelah. Di ujung perjalanan, mendaki dan masih terus mendaki, hingga mencapai hamparan karpet biru, dengan bentangan pita putih bertuliskan FINISH.

Jelajah Timur 2023, antara SoE dan Kupang

NH

Nicky Hogan's avatar
Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

One thought on “APA YANG DIAJARKAN LARI KEPADAMU? (SANG WAKTU)

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.