SURGA SETIAP ORANG

Seorang teman pernah geram menasihati, “Lu gak perlulah sebegitunya hanya untuk mencari donasi. Lari aja di Monas, dan gua akan tetap donasi.” Mungkin ini bukan hanya sekadar soal donasi, ini juga soal larinya, kecintaan berlari, berlari jauh. Lagi-lagi, you can’t ask why about love, kan? Dan di antaranya, barangkali ini juga yang dicari; tetes-tetes air yang jatuh lepas dari ujung topi putih, kaki yang terus menjejaki aliran air deras di aspal mendaki, pohon-pohon bambu yang menunduk nyaris menyentuh tanah menghalangi, lumpur dan kerikil batu kecil yang runtuh perlahan menuruni tebing tanpa henti.

Read More

RUNVENTURE

BangLexi mengomandoi lima pelari dari Jawa, Mike-Anne-Renato-Carla-NH, plus support dari Babab, Tande, Mamio, dan dengan dukungan antusias dari pelari-pelari Batam, start pukul 05:39 pagi 19 Desember 2020 dari bibir jembatan pertama, jembatan terbesar dan terpanjang, Jembatan Tengku Fisabilillah yang masih menyisakan lampu-lampu indahnya. Tidak sampai sepuluh kilometer, rombongan telah melintasi tiga jembatan lainnya, Jembatan Nara Singa, Jembatan Raja Ali Haji, dan Jembatan Sultan Zainal Abidin, tiba di pulau kelima, Pulau Rempang, setelah Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, dan Pulau Setotok.

Read More

CILETUH-PALABUHANRATU GEOPARK RUN 2020 (ASAL USUL)

Bayangkan Anda sedang berlibur di China, atau Canada, atau Finlandia. Dan Anda berkesempatan berkunjung ke kantor GeoPark di Jiuhuashan, atau Tumbler Ridge, atau Lauhanvuori-Haemeenkangas. Di sebuah papan besar, bergambar peta dunia, terpampang daftar lengkap UNESCO Global GeoPark (UGGp). Jari- jari Anda mengurut satu per satu deretan nama yang ada, lalu berhenti di sebuah nama. Ciletuh-Palabuhanratu GeoPark. Ribuan kilometer dari tanah air, di belahan bumi yang lain, Anda menemukan keIndonesiaan Anda. Anda mencolek turis di samping, lantas telunjuk Anda kembali mengarah ke nama tadi.
“Saya orang Indonesia.”
“Pardon me?”
“Indonesia. I am Indonesian.”

Read More

BELITONG GEOPARK RUN 2020 (COKELAT DAN VANILA)

Hidup adalah petualangan. Belitong (atau Belitung, atau dulunya Billiton), pulau kecil yang diapit Selat Gaspar dan Selat Karimata, adalah pesona alam tersendiri, ekor lempeng dari Asia Tenggara, pesona yang tidak kita temukan di daerah lain. Batu, ya, batu-batu granit ukuran raksasa ada di seluruh pulau, dan mengelilingi lepas pantai hingga ke tengah laut, dalam segala variasi bentuknya, garuda-kodok-bakpau-batukembar, atau lainnya, semaunya imajinasi kita. Dan tentu saja, khasnya, batu billitonite yang hitam pekat dan berurat, atau dikenal sebagai batu satam yang ukuran kecilnya ketika ditaruh di antara kuku-kuku jari akan berputar. Heh!

Read More