Surat Terbuka Untuk Semua

Semua yang Terkasih,

Satu dekade dulu, saat menjadi bagian dari kampanye “Yuk Nabung Saham”, saya bersemangat mengajak masyarakat -seluruh lapisan masyarakat, apapun profesinya- untuk menjadi investor saham. Menyisihkan uangnya, untuk ditabungkan dalam bentuk saham -menjadi pemilik perusahaan publik- demi “mengamankan” uangnya, mendapatkan dividen, seraya berharap kenaikan “nilai perusahaan” dan harga sahamnya, agar setidaknya uang-uang yang dihasilkan jerih payah dari hari ke hari, bulan ke bulan, tidak tergerus inflasi, tidak menurun daya belinya. Bermimpi menjadi kaya? Tidak perlu. Cukup punya “tabungan” nyaman masa depan, sembari melek investasi agar terhindar dari investasi-investasi bodong. Cuma berharap menjadi sedikit lebih sejahtera saja, tidak berlebihan. Seluruh rakyat negeri ini berhak untuk itu.

Read More

Kabut Bulan Mei

Tak ada yang lebih tabah
dari kabut bulan Mei
Dititipkannya dingin rindunya
kepada langkah pendaki itu

Tak ada yang lebih bijak
dari kabut bulan Mei
Dibasuhnya hamparan rumput
yang pasrah di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari kabut bulan Mei
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar edelweis itu

(Inspirasi dari “Hujan Bulan Juni” ~ Sapardi Djoko Damono)

Read More