BIAR, BIARKAN DIA JATUH

Kita tidak pernah boleh diajarkan untuk berspekulasi. Sejak awal. Pun untuk saat-saat ini. Ingatkah tujuan kita ketika memulainya di suatu waktu dahulu? Tetaplah teguh, investasi saja. Dan mari realistis. Simpan saja dulu dana kita yang tidak seberapa, untuk melewati hari-hari kelabu ini, untuk sanak-keluarga, untuk teman-kerabat, juga untuk sesama yang jauh lebih butuh.

Read More

JANGAN AMBYARKAN CONFIDENCE

Masih berdirikah perusahaan gua? Masih beroperasikah? Masih? Mungkin masa-masa ini menyulitkan para profesional gua di sana, makan dan tidurnya terganggu, kinerja dan bonusnya menurun, laba dan dividen gua mengecil, atau bahkan nihil. It’s ok, Bros and Sis. Sebagai pemilik perusahaan, gua sangat mafhum. Tetap jaga semangat kerja, tetap pelihara kepercayaan diri, tetap genggam erat confidence.

Read More

BEGITU BURUK TELAH KITA PERLAKUKAN DIRI SENDIRI

Kalau skandal Jiwasraya dijadikan parameter, dijadikan kambing hitam, rasanya kita terlalu jauh dari rasionalitas dan akal sehat. Kalaupun potensi kerugiannya belasan atau puluhan triliun rupiah, seberapa besar sebenarnya saham-saham gurem-gorengan yang terlibat skandal berdampak terhadap pasar saham secara keseluruhan? Kecil? Hampir tidak terpengaruh? Tidak terpengaruh sama sekali? Jawabannya, seharusnya, ya ya dan ya. Kalau segala sesuatu selalu dikaitkan dengan ketegasan dan kepastian hukum, preseden buruk dan berbagai alasan pembenaran, kita memang tidak cukup dewasa dalam memilah.

Read More

90:10

Dana. Pun kalau tujuannya dah lurus, dah teliti cek pilihan sahamnya tanpa andalan gosip, dah anti-gorengan, mbok belinya pakai duit dingin, yang memang buat simpanan waktu yang lamaaaaa, bukan buat kebutuhan minggu atau bulan-bulan depan. Parahnya lagi, nih, dananya ngutangan. Punya segini maunya segitu, greedy namanya bukan?

Read More