INVESTULATOR

Berkembangnya waktu, akibat peran media massa juga sih, satu istilah saja -lebih simple- yang umumnya digunakan, “investor”, untuk setiap pelaku; pokoknya yang jual dan yang beli tanpa peduli alasannya, produknya, dan pakai duitnya siapa. Di pasar saham dan crypto misalnya, yang kita dengar adalah jumlah investor sudah sekian juta orang, dan bukannya jumlah spekulator, atau misalnya ada seminar investasi pasti cuan, bukannya seminar spekulasi tanpa tekor. Tentu saja, dibanding kata “spekulasi dan spekulator”, “investasi dan investor” terdengar lebih keren, cool, tidak memalukan mertua dan jauh dari cibiran tetangga.

Read More

SPEKULASI

Sebuah studi yang dilakukan oleh North American Securities Administrators Association, menunjukkan bahwa hanya 30% dari para spekulan day-trading yang untung, dan hanya 12% yang potensial bertahan dalam jangka panjang. Itupun hanya berlaku untuk mereka yang highly-skilled, dengan cukup waktu untuk memantau kejadian-kejadian global dan nasional, serta memonitor pergerakan harga, dengan pengalaman membaca mood pasar, plus perlengkapan strategi bertransaksi yang complete dan complicated. (Dan yang tidak berspekulasi dengan uang kebutuhan sehari-hari, atau uang pinjaman, atau uang pensiun. Serta merupakan porsi dana terkecil dibanding dengan keseluruhan portofolio investasi.)

Read More

BEBEK-BEBEKKU

Fakta per tanggal 24 Februari 2021, transaksi year to date di BEI, rata-rata per hari Rp 18 triliun, 80 persen dilakukan oleh investor domestik, sisanya oleh investor asing.

Berita per tanggal 24 Februari 2021, “Mulai tanggal 26 Juni 2021, BEI akan menghapus kode broker pada running trade, dan enam bulan setelahnya, akan menutup tipe investor, domestik dan asing.”

***

Investor A : Lalu gua harus gimana?
Investor B : Ya gak gimana-gimana.

Investor A : Apanya yang gak gimana-gimana? Kalau gak ada kode broker dan tipe investor, terus gimana gua trading?
Investor B : Ya udah sih, biasa aja kali.

Investor A : Ini mah sama aja blind date, either gua dicipok atau ditabok.
Investor B : Makanya kalau investasi tuh jangan ngekor kayak bebek, yang dilihat kok kode broker sama tipe investor, bingung sendiri pan lu sekarang.

Investor A : Lha terus lu gimana?
Investor B : Gua? So what gitu lho. Beli saham tuh yang dilihat perusahaannya. Sama aja kayak lu ke pasar beli semangka, masak bukan semangkanya yang dilihat, tapi malah merhatiin emak-emak mana aja yang beli, terus ikutan. Jiaahhh.

Investor A : Gua pan ngikut mayoritas.
Investor B : Makanya mikiirrr. Jangan-jangan bagus juga tuh aturan baru, biar lu tambah pinteran. Dikit.

***

Kenalkan, Investor A dan Investor B adalah investor-investor ritel asing yang selama ini bertransaksi di bursa efek kita.

The End.

Read More