BEGITU BURUK TELAH KITA PERLAKUKAN DIRI SENDIRI

Kalau skandal Jiwasraya dijadikan parameter, dijadikan kambing hitam, rasanya kita terlalu jauh dari rasionalitas dan akal sehat. Kalaupun potensi kerugiannya belasan atau puluhan triliun rupiah, seberapa besar sebenarnya saham-saham gurem-gorengan yang terlibat skandal berdampak terhadap pasar saham secara keseluruhan? Kecil? Hampir tidak terpengaruh? Tidak terpengaruh sama sekali? Jawabannya, seharusnya, ya ya dan ya. Kalau segala sesuatu selalu dikaitkan dengan ketegasan dan kepastian hukum, preseden buruk dan berbagai alasan pembenaran, kita memang tidak cukup dewasa dalam memilah.

Read More

90:10

Dana. Pun kalau tujuannya dah lurus, dah teliti cek pilihan sahamnya tanpa andalan gosip, dah anti-gorengan, mbok belinya pakai duit dingin, yang memang buat simpanan waktu yang lamaaaaa, bukan buat kebutuhan minggu atau bulan-bulan depan. Parahnya lagi, nih, dananya ngutangan. Punya segini maunya segitu, greedy namanya bukan?

Read More

TARGET: INVESTOR RITEL (KATEGORI: EMPUK)

Percayalah, kita tidak bisa kaya mendadak dari dunia saham. “Change your thoughts, and you change your world”. Masih berharap seperti itu? Sebaiknya tutup saja rekening saham kita. Sungguh. Akutu-ndak-mau-kamu-dimangsa. (Kecuali kita adalah bandar atau bagian darinya. Tertarik? Baca kembali definisi bandar di atas.) Atau berpikir sekadar mendapat uang jajan gorengan dari saham gorengan? Trading for living dari saham gorengan? Sesaat menang sekali duakali, merasa mampu menguasai, “berkuasa”.

Read More

TAKUT

Informasi sahih yang menjadi sorotan adalah rugi segedegede jagung sederet barisan reksadana yang sedang ramai diberitakan, atau rontok serontok-rontoknya geguguran saham-saham yang berstempel “gorengan”. Sebenarnya, per penutupan kemarin, kalau dihitung sejak awal tahun 2019 ini, IHSG kita hanya turun 3,9% (LQ45 minus 3,74% dan Jakarta Islamic Index minus 3,67%). Tidak besar-besar banget, bukan? Lalu kenapa barisan reksadana itu bisa jadi begitu pesakitan? Di luar reksadana yang dikelola dengan tidak benar, tidak jujur, dan seenak dewe, akhirnya, You can’t beat the market, Sultan. Index is absolutely better than you, always.

Read More

D3B

Seorang teman masuk ke ruangku, setengah berteriak, nyaris histeris. Keponakannya terjerat hutang, ratusan juta rupiah, dari pinjaman-pinjaman mudah yang saat ini marak, dari puluhan sumber. Yang menurut pengakuan si anak muda penghutang, hanya dipakai untuk “pas mau makan iniitu, tarik pinjaman, pas mau beli iniitu, tarik pinjaman”.

Read More