SAHAM, BEGINI (SEHARUSNYA) CERITANYA

Jack Ma melintas, menitipkan ini. “Tolong jangan sebut diri kita investor jika menghasilkan uang saat pasar saham terlihat sehat, karena seorang wanita tua di jalan pun bisa melakukannya. Kita hanya benar-benar bisa disebut investor jika mampu membuat keuntungan saat pasar saham sedang bermasalah.” (Izin menambahkan, Jack, “Atau minimal mampu bertahan dengan kepala dan hati tetap tenang, menunggu badai berlalu.”) Si Kutu Buku kembali melintas, “Kita mungkin menderita hari ini dan besok, tapi lusa akan menjadi hari yang baik, jadi jangan menyerah hari ini.” (Izin lagi, Jack, “Atau kita bakal kehilangan hari esok dan lusa kita.”)

Read More

PUNYA UANG?

Saya suka dengan jawaban, “Waktu yang paling tepat untuk membeli saham adalah ketika kita punya uang.” The best time to invest is when we have money. Punya uang? Uang “dingin” untuk masa panjang dan masa depan? Beli! Titik. Salah, tanda seru. Saya akan selalu menjawab sama, entah lima tahun lalu, entah 2018, entah akhir tahun lalu, pun saat-saat ini di tengah krisis pandemi. Saya anaknya konsisten, untuk yang satu ini.

Read More

MUSIC FOR HOPE

Kita – siapapun kita, siapapun dia – tidak tahu dan tidak akan pernah tahu the bottom, lagi, jadi kenapa tidak cicil saja, 1/3 dulu atau 1/5 dulu atau berapapun itu. Entah naik, entah turun, beli sebagian lagi dan lagi dan lagi, hingga selesai.

Read More