LABA-LABA

Botak plontos bergincu merah dengan hanya ada tugas dan hukuman. Tugas dan hukuman. (“Gambar alat vital kalian!” Pedelah untuk urusan satu ini, lengkap dengan ukiran dan gradasinya, alhasil kok malah mendapat hukuman berat? Berguling di lantai dan dipepet menumpuk rapat di sudut ruang. “Memangnya mata, kuping, mulut bukan alat vital?!” Rasanya sampai sekarang pun kalau saya diberi tugas yang sama, percayalah, saya masih akan tetap keukeuh.)

Read More

KEPADA LAUT

Ketika kita sedang bahagia, dia akan mengintai dan bersiap sewaktu-waktu merenggutnya dari kita. Ketika kita bersedih, dia akan menyodorkan harapan-harapan yang seolah mudah untuk diraih. Dia menyukai roller coaster, dan menempatkan kita sebagai penumpangnya. Dia menikmati sorakan gembira kita sama seperti menikmati jerit ketakutan kita.

Read More

MANCHESTER

(Dan pelukan itu meninggalkan airmata di mataku) Hujan menyambutku di stasiun Piccadilly Ayahku mengatakan itu tanda keberuntungan Ada nada cemburu di suaranya Bukan karena hujan kukira Karena kuliahku di kota ini rasanya “Papa, tidak semua kita memanen buah dari pohon yang kita tanam, kan?” Dia tahu iya, tapi dia juga manusia NH

Read More