SAPUQ

Aku ingat sekarang, cahaya tubuhnya itu yang menarik perhatianku. Juga sapuq yang melingkar di kepalanya. Sepotong wajah asing bagi suku kami, tetapi balutan sapuq telah membuatnya tampak istimewa. Karenanya aku mengikutinya sejak tadi. Sudah berapa kilometer kami berlari dan berjalan? Lebih dari tiga jam, selepas meninggalkan bangunan sekolah tempatku mengajar. Tadi aku sempat mencuri dengar, dia dan rombongan sudah berlari dua puluh kilometer, sejak subuh. Singgah di sekolahku, sebelum melanjutkan perjalanan, masih dua puluh kilometer ke pos peristirahatan berikutnya dan sisanya dua puluh kilometer lagi barulah tiba di garis akhir, sisi utara pulau. Jauh ternyata. Aku akan mengikuti semampuku saja, atau selama dia masih mengizinkanku.

Read More

Dia, Guru Astronomiku

Dia adalah cahaya tak tergenggam

Dia adalah galaksi dalam kesegalaannya
Dia adalah bintang nyata sekaligus semu

Dia adalah hujan meteorit yang menembus atmosferku
Dia adalah lubang hitam yang menghisap keakuanku

Dia adalah supernovaku yang cemerlang nan singkat
Dia adalah komet yang ekornya hanya mampu kupandang

Dia adalah nebula yang perlahan memudar
Dia adalah debu angkasa di antariksaku

Dia adalah kesunyiaan jagad raya

Read More

NAMAKU NOE

Gambar-gambar masa kecilku berkelebat lambat, dalam warna hitam dan putih. Ada Alda, teman kecilku, teman remajaku, di sudut kanan dan kiri, di sisi atas dan bawah, hingga acara pernikahan kami. Alda dalam balutan gaun pengantinnya yang cantik, sedangkan aku mengenakan jas panjang hitam, bertopi fedora. Aku merasakan mataku hangat, dan merasakan air mata mengalir pelan dari ekor mataku yang tertutup.

Read More