DUNIA TENGAH BERPUTAR TERBALIK

Sebuah teriakan orang dewasa, “Kuno…”, meruntuhkan seluruh kebanggaan, dan kebahagiaan kekanakanku. Airmataku mengalir, padahal lagu yang kusukai dan sedang kunyanyikan, “Di sini senang, di sana senang, di manamana…” belum selesai. Aku turun panggung. Sebuah panggung sore, jadi-jadian, main-mainan bocah-bocah dekil sebuah kampung miskin di pinggiran Sungai Sambas. Kebahagiaan masa kecil yang terenggut, kebanggaan masa kecil yang tercampakkan, trauma masa kecil yang entah terbawa atau tidak.

Read More

THE WRITER

Kata demi kata terus mengalir, membaca aku. Seolah. “While you regain your energy by spending time alone in your complex internal world, you also care about people and value deep, authentic connections with others.” Gosh, aku tidak suka complexity, aku suka simplicity. “See, you’re truly complex.” Penolakan justru tidak menunjukkan kesederhanaan.

Read More