TERBUAT DARI APAKAH KAMU?

“Everyone has a backstory. They have multiple backstories. The question is, which one is running you now?” ~ Tony Robbins *** Senja masih menggantung di Terminal Kota ketika aku bersiap turun dari bis kota di perhentian terakhir itu. Aku harus bergegas, karena penumpang-penumpang ke arah sebaliknya, Blok M, sudah berlari mengejar bis yang kutumpangi berhenti.…

Read More

AKU BENCI KALIMAT ITU

“Hallo…” “Hallo, Rani…, lagi ngapain?” “Telpon…” “Jawaban klasik setiap kali kutelpon.” “Ya kan memang lagi telpon.” “Hahaha…” “Dakar, apa yang terjadi tadi pagi?” “Eh…” “Apa yang kamu lakukan terhadap Bu Astuti?” “Ng…” “Kamu memimpin boikot itu?!” “Ran, aku hanya mencoba melawan ketidakadilan, ketidakpedulian.” “Apanya…?” “Kemarin kamu tahu, class meeting kita selesai jam 11 malam. Aku…

Read More

KARMA

Keringat terus menetes dari dahiku, bertemu dengan alis tebalku, dan perlahan mengalir ke ujung ekor alisku. Matahari persis di atas kepala, satu jam sudah memanggangku. Aku hampir menyelesaikan tugasku, menutupi jasad Jeff dengan tanah. Tinggal tersisa wajahnya. Wajah yang masih menunjukkan rasa sakit akibat ledakan ranjau yang melontarkannya tadi. Ranjau sialan! Perang laknat! Padahal inilah…

Read More

MEREKA MENGATAKAN AKU BERUBAH

Aku menyerahkan HPku. Seorang perempuan yang duduk persis di depanku menerimanya. Pesanan tiga ekor ikan bakar plus kepala ikan, bakar juga, belum terhidang. Masih dikipas di atas bara arang di ujung tenda terbuka sana. Bersama lelaki di sampingnya, perempuan itu mengamati gambar foto di layarnya. Memandangku, kemudian balik lagi ke layar HP. Tidak hanya sekali,…

Read More

NASI PUTIH DAN MINUMAN SODA

Kemiskinan tidak boleh diturunkan. Bill Gates bilang itu bukan salahku. Salah orangtuaku? Ampuunnn, kualat Aku. Aku ingat percakapan hari itu dengan kedua orangtuaku, Aku menawarkan untuk tidak kuliah, berhenti di level SMA saja. Aku mau membantu usaha keluarga. Bukan karena usaha keluarga yang sedang booming, tetapi, Aku tahu dari nada suara mereka, biaya kuliah terlalu berat untuk mereka, untuk kami sekeluarga. Seperti juga tiga tahun sebelumnya pada saat memasukkan Aku ke SMA yang lumayan top itu. Uang pangkal lima ratus ribu rupiah, entah menguras berapa bulan tabungan mereka. Entah apa jadinya kalau tawaranku diterima ayah ibuku saat itu. Seorang Nicky Hogan yang lain tentunya.

Read More