SURAT UNTUK ANAKKU (17)

“Hari ini, Kobe mati dua kali.” Aku lantas membayangkan, Kobe tengah memeluk erat-erat Gianna “Gigi”, putri 13 tahunnya, di dalam kepanikan helikopter yang tengah berputar menukik ke bawah. Dalam hitungan detik. Apakah yang ada di kepala Kobe? Kalimat apakah yang diucapkannya untuk menenangkan Gigi? Bagaimanakah perasaan Kobe? Tidakkah dia putus asa? Tidakkah Kobe telah “mati” terlebih dahulu, pasrah tidak dapat melakukan apapun, untuk putri kesayangannya dalam dekapannya, menatap kematian bersama?

Read More

TANDA TANGAN (1/3)

Bai bukan orang yang percaya dengan mitos angka, namun perasaannya tiba-tiba terasa aneh. Pernah didengarnya, dalam bahasa Mandarin, angka empat dilafalkan sama dengan kata kematian. Bai mengalihkan kembali pandangan ke jendela, sementara titik-titik hujan mengalir di balik kaca buram.

Read More

DUNIAKU DUNIAMU, BUKAN DUNIA KITA

Cerita dan modus kejahatan yang terus berulang dan diulang-ulang, the same old story, tanpa pembelajaran, tanpa perlu banyak kreativitas baru, toh lebih dari cukup untuk terus memakan korban, membuat tidur tak nyenyak, makan tak terjamah, airmata jatuh berminggu-minggu, di antara obat penenang berdosis-dosis. Belahan dunia kelam seperti kota Gotham di The Black Land dengan rombongan besar The Death Eaters gentayangan.

Read More