You don’t choose your passion, it chooses you

Carmine Gallo

Surat Terbuka Untuk Semua

Semua yang Terkasih,

Satu dekade dulu, saat menjadi bagian dari kampanye “Yuk Nabung Saham”, saya bersemangat mengajak masyarakat -seluruh lapisan masyarakat, apapun profesinya- untuk menjadi investor saham. Menyisihkan uangnya, untuk ditabungkan dalam bentuk saham -menjadi pemilik perusahaan publik- demi “mengamankan” uangnya, mendapatkan dividen, seraya berharap kenaikan “nilai perusahaan” dan harga sahamnya, agar setidaknya uang-uang yang dihasilkan jerih payah dari hari ke hari, bulan ke bulan, tidak tergerus inflasi, tidak menurun daya belinya. Bermimpi menjadi kaya? Tidak perlu. Cukup punya “tabungan” nyaman masa depan, sembari melek investasi agar terhindar dari investasi-investasi bodong. Cuma berharap menjadi sedikit lebih sejahtera saja, tidak berlebihan. Seluruh rakyat negeri ini berhak untuk itu.

Read More

KAWAH RATU

Aku terkesima dengan keindahan di depan mata. Kawah Ratu. Kawah dengan aliran deras sungai air hangat berasap, berhias serakan bebatuan berwarna hitam, putih, dan kuning belerang. Dipagari rangkaian pepohonan di sana-sini, yang cabang-cabang batangnya menjulang tinggi tanpa dedaunan. Beratap kabut tebal dan tipis, yang datang dan pergi silih berganti ditiup angin. Lelahku menguap, bersama hujan yang mendadak berhenti; semesta menghentikan momentum, tengah menyodorkanku hadiah, sepotong lukisan alam.

Read More

DUA DUNIA

Ada dua dunia di semesta saham. Yang satu adalah dunia di mana perusahaan-perusahaan terbuka (“tbk”) itu beroperasi secara real, yang aktivitas bisnisnya tampak secara kasat mata, output barang atau jasanya nyata, apapun jenis usahanya. Dunia yang satunya lagi adalah dunia yang pada dasarnya merupakan refleksi dari dunia pertama tadi, di mana ada pasar yang menilai dan memperjualbelikan harga dari perusahaan-perusahaan tbk itu.

Read More