You don’t choose your passion, it chooses you

Carmine Gallo

#kenapasusahpatuh

Tulisan ini untuk kita, para pelari.

Ini bukan masalah program latihan. Ini bukan masalah takut gendut. Ini bukan masalah tidak melanggar apapun. Ini bukan masalah lari sendiri, yang penting physical-distancing. Ini bukan masalah menunjukkan “gua nih tetap lari”. Ini bukan masalah takut mati.

Ini masalah belajar dari rumah, bekerja dari rumah, ibadah saja harus di rumah. Ini masalah supir ojol yang terpaksa tetap harus keluar rumah demi makan sehari-hari. Ini masalah tenaga medis yang harus meninggalkan rumah dan taktahu apakah masih sempat kembali memeluk anaknya.

Ini masalah simpati.
Ini masalah empati.
Ini masalah patuh.

Kita bukan hanya pelari.
Kita juga manusia.

Read More

NENEK TIDAK BERBOHONG

Seorang gembala setiap hari membawa domba-dombanya ke padang rumput hijau di balik bukit. Suatu pagi, di desa terdengar suara teriakan keras Gembala, “Tolong, tolooong, ada serigalaaa…!”. Penduduk segera mengambil cangkul, parang, linggis, apapun dan bergegas berlari menaiki bukit, mengarah ke Gembala, “Mana, mana serigalanya?” Si Gembala tertawa terbahak, “Yeay, kalian kena tipuanku, hahaha…”. Orang-orang memandang marah ke Gembala, dan berjalan balik ke desa. Dalam hitungan jam, ketika matahari tengah terik, kembali terdengar teriakan Gembala, “Tolong, tolooong, ada serigalaaa…!”. Penduduk kembali berlari kencang sambil membawa senjata yang mampu diraihnya, “Mana, mana serigalanya?” Tidak ada, yang terdengar hanya tawa keras Gembala, “Hahaha, kena tipu lagi…”. Demikianlah, menjelang sore, penduduk di desa sekali lagi mendengar, “Tolong, tolooong, ada serigalaaa…!” Namun sekali ini mereka sudah tidak peduli sama sekali, tetap melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Sementara di balik bukit, Gembala meratap karena beberapa ekor dombanya digondol kawanan serigala.

Read More

BIAR, BIARKAN DIA JATUH

Kita tidak pernah boleh diajarkan untuk berspekulasi. Sejak awal. Pun untuk saat-saat ini. Ingatkah tujuan kita ketika memulainya di suatu waktu dahulu? Tetaplah teguh, investasi saja. Dan mari realistis. Simpan saja dulu dana kita yang tidak seberapa, untuk melewati hari-hari kelabu ini, untuk sanak-keluarga, untuk teman-kerabat, juga untuk sesama yang jauh lebih butuh.

Read More