SURAT UNTUK ANAKKU (19)

Bumi tidak pernah bersalah. Ibu-Bumi tidak pernah marah. Mother-Earth tidak pernah menghukum. Juga hari-hari ini, ketika wabah membawa kematian tiada henti di seluruh penjuru bumi. Bumi tetap bumi yang sama, yang mengasihi, yang apa adanya, yang mengalir di jalur airnya. Kecantikan ketampanan kepintaran kitalah yang telah membutakan, keegoisan ketidakpedulian kesombongan kitalah yang telah menciptakan; bencana demi bencana.

Read More

DEWANDARU

Raungan ambulance terdengar sayup ketika mobil kami mulai bergerak keluar dari area parkir. Berbelok kiri ke jalan raya, kendaraan kami merambat. Suara sirine telah hilang, tampak kerumunan di depan, dan sebuah mobil Innova ringsek yang terbalik. Aku merendahkan kaca, “Kecelakaan, Mas?” Seorang di atas motor berboncengan mengiyakan, “Kecelakaan tunggal, Mas, ngebut nabrak pohon, korban meninggal di tempat.” Aku menaikkan kembali jendela, memperhatikan pecahan kaca yang berkeping-keping, darah segar yang masih berceceran di aspal, dan sebuah topi yang tergeletak. Topi koboi. Rasanya aku mengenalinya.

Read More

BERTAMBAHLAH KAYA, TETAPLAH MISKIN

Abang saya di ujung barat negeri pernah memberi petuah, kalau menulis harus hati-hati karena penafsiran pembaca bisa sangat bervariasi, bahkan bisa jadi pisau bermata dua. Saya mengamini dan berusaha belajar menjadi adik-patuh (anak-patuh dan warga-patuh). Tulisan-tulisan yang lebih banyak mudarat dibanding manfaat, lebih baik saya simpan rapih di folder, handphone.

Read More

DAYS ARE NUMBERS

We are just visitors to this time, this place. We are just passing through. Our purpose here is to observe, to learn, to grow and to love… and then we return home. ~ Australian Aboriginal Proverb Kita hanya tamu. Kita hanya pengelana. Ketika hadir dalam bentuk bayi kecil, kita mendengar bisikan sayang ayah ibu, mengamati…

Read More