KEBETULAN INVESTOR

Peran tiga kiat di atas? Saya tidak sepintar itu, dan tidak senjlimet itu. (Dan kalaupun kamu pintar, saya tidak berharap kamu perlu senjlimet itu, Kawan.) Wisdom, saya punya, ada di setiap jengkal tulisan saya. Itu lebih dari cukup untuk mengajar saya memilih perusahaan yang benar, melihat harganya sebelum pandemi, dan menunggu pensiun bahagia nanti. Kiat skill tahu waktu yang tepat untuk membeli saham? Setiapsaat, wahai investor, setiapsaat! (Bosan kan dengar kata itu?) Skill cari uang saja yang dikembangin, untuk nantinya dibelikan saham. Dan skill-skill lain macam naik gunung, diving, terbang layang, yang dipakai nanti waktu selesai jualan saham. Knowledge, strategi, cara memilih? Binatang apa itu? No comments dah, mari belajar saja dari saudara-saudara kita di benua Afrika. (Kamu tahu, nenek moyang kita Homo Sapiens itu aslinya dari benua itu? Jadi, mari jangan kualat.)

Read More

API UNGGUN 24082020, EMPAT EMPATI

Saya suka istilah mentor saya, Dr. Tito Sulistio, “Negara harus hadir!” Di setiap provinsi -dalam hal investasi dan pasar modal- OJK dan BEI harus hadir, physically. (Kalau saya kepala daerah yang daerahnya tidak “dihadiri”, saya akan sangat tersinggung, kecuali itu adalah sinyal bahwa daerah saya direlakan merdeka.) Atau kalau masih berhitung angka-angka, otoritas harusnya sadar bahwa kebodohan dan tipu-tipuan itu jauh lebih besar biayanya, dibanding sekadar bayar sewa gedung, bayar listrik, dan gaji beberapa gelintir manusia. Rian dan Nasir baru saja mengajarkan kita bagaimana agar setidaknya 10% penduduk Indonesia menjadi investor pasar modal. Datangilah warga, “rumah demi rumah”. Seperti mereka, berempatilah.

Read More

MY NAME IS DY, GREE-DY

Kenapa orang berinvestasi di penny stocks? Karena ingin cepat kaya? Ketidaksabaran. Berinvestasi dan membeli saham beberapa juta rupiah, lantas bermimpi menjadi miliarder dalam hitungan hari atau minggu, cukup untuk membeli sepeda ratusan juta keluaran terbaru, plus membayar hutang di warung BuYem di gang sebelah yang belum dilunasi sejak dua bulan lalu. (Beberapa saham recehan memang sengaja dirancang dengan gaya gravitasi besar, tapi kita kan bukan laron?)

Read More

11 AGUSTUS

“Diri kita yang mengalami, jiwa kita yang mengalami, apa yang lebih luar biasa dari itu? Tidakkah itu jauh lebih penting dari sekadar ingatan kita, sisi diri kita yang selalu mengingat? Mengalami jauh lebih penting daripada mengingat, bukan? Apa yang kita ingat saat ini, mungkin akan terlupakan sepuluh tahun lagi, tetapi apa yang kita alami, akan tetap selalu ada. Selamanya.”

Read More