INVESTASI, RIWAYATMU NANTI

Seperti halnya kalimat paling terkenal dalam teori evolusi, bukan yang terkuat dan terbesarlah yang akan bertahan hidup, namun yang mampu beradaptasilah yang akan survive. Menjadi menarik untuk kita, selaku investor, mengamati dan mencermati perusahaan-perusahaan mana saja di lingkungan pasar modal serta yang saham dan obligasinya tercatat di bursa efek, mampu bertahan di tengah badai krisis serta “berevolusi” berbarengan dengan new normal. Perusahaan yang mampu menyesuaikan diri, bahkan melihat peluang efisiensi plus efektivitas dari new normal akan menjadi pemenang di masa yang akan datang.

Read More

DUNIA BERAPA BANYAK

Berapa banyak aku tak kamu
Berapa banyak kami tak kita
Berapa banyak angkuh tak peduli
Berapa banyak senyum tak merekah
Berapa banyak tawa tak dilepas
Berapa banyak tidur tak gelisah
Berapa banyak jaga tak percuma

Read More

METAMORFOSIS

Seekor ulat memandang kupukupu yang baru keluar dari kepompong

“Hei, kamu berubah…”

Kupukupu mengamati tubuhnya
Kakikakinya tersisa enam
Kurus, panjang dan pendek
Tidak lagi mampu merayap seperti dulu
Di wajahnya tumbuh semacam belalai Juga antena yang aneh
Di kiri kanan sepanjang dada dan perut
Melekat dua pasang sayap
Dengan banyak warna warni mencolok
Yang tak pernah dilihat sebelumnya

“Kenapa aku menjadi begini?”
Kupukupu memandang ke arah ulat
Mengepakkan sayap-sayap itu
Terbang menjauh bersama tubuh barunya Bersama ketidakmengertiannya
Bersama kesedihannya

Meninggalkan ulat yang berbisik tak terdengar, “Kamu lebih indah sekarang”

Read More

POMPOM SANG KAPITALIS

Menyandang status investor, kalah mentereng dibanding menenteng tas kulit biawak keluaran terbaru, kalah mutakhir dibanding menggenggam handphone berkamera tiga, kalah kekinian dibanding menghabiskan waktu berjamjam nongkrong ngopi di cafe happening. Belum lagi dongeng seribu satu malam tiada habis soal risiko, ketidakmenentuan, penantian panjang, dan cerita-cerita tidak sedap lainnya. Salah satunya, cerita rugi. Investasi kok rugi, buat apa.

Read More