API UNGGUN 19102020, DIFFERENT. NOT LESS

My dear sweet child,

I hope you know that I am doing the very best that I can
There are days that I don’t understand what you need
Somedays, my patience wears thin
Many days, my heart breaks watching you struggle
But, there is not a single day that goes by that I am not the proudest parent ever
You are my life, my purpose and the love I feel for you never ending
Autism can be hard, loving you is easy

(Walk Down Autism Lane)

Read More

KALAU ALLAH ITU ADA, ADAKAH JALAN ALLAH?

Tiba-tiba saja teriakan terdengar begitu riuh. Pasukan huru-hara berlari mendekat, menembakkan gas air mata, menyerang massa pendemo yang lari tunggang langgang. Asap api dari mobil terbakar dan letusan gas air mata membumbung bercampur di udara. Sementara batu-batu besar dan kecil mulai beterbangan. Dipa merasakan matanya yang perih, kabur berair, berlari sebisa mungkin menyelamatkan diri. Beberapa orang saling bertabrakan, tersungkur dan terjatuh, atau karena terkena hujan batu. Dipa merasakan dia menginjak seseorang. Wanita. Ya, wanita pengendara mobil tadi. Sepintas, dia melihat wajahnya yang sesak kesakitan berlumur darah, dan Dipa merasa bekas jejak sepatunya ada di leher wanita malang itu, “Ya Allah…”

Read More

API UNGGUN 05102020, IKHLAS TIDAK BOLEH HILANG

Arta Sasmita mengagumi pasar modal, mempercayainya akan mampu mengubah mindset konsumtif seseorang dan menjadi salah satu pilihan masyarakat Lombok Tengah untuk tidak mencangkul sampai mati. Pemuda pintar dan baik hati ini ikhlas bolak balik dari kampusnya di Jakarta pulang kampung saban minggu dan bulan, mengetuk pintu-pintu kantor dinas – yang tidak pernah dibukakan untuknya, plus dilecehkan bahkan diusir. Beruntung, pintu kantor kepala dinas HL Dipta Samad terbuka untuknya. Bahkan dilapangkan sang mantan guru itu hingga ke akses pintu Pak Bupati, untuk dapat merambah ke 11 kecamatan, 10 desa, ribuan masyarakat. Dan 7 Desember 2017, lahirlah Masyarakat Nabung Saham Kabupaten Lombok Tengah. (Catatan mengenai Lombok Tengah; kalau selama ini kita akrab dengan Senggigi dan gili-gilian di Lombok sisi barat, jadwalkan saja satu saat nanti berbaring di atas pasir merica Kuta menunggu sunset, sebelum besoknya menonton balap MotoGP dunia di sirkuit Mandalika.) Namun, seperti api unggun, atau apapun di dunia ini, yang ada kalanya meredup, semangat awal berinvestasi di kabupaten itupun perlahan mengalaminya. Mungkin akibat banyak prioritas lain, ketiadaan sosok, kehilangan semangat.

Read More