MONSTER YANG MENANGIS

Namun di saat itulah -ketika kita masih ingin meneruskan, ingin menyelesaikan, ingin menang- kita membutuhkan sosok lainnya. Monster. Monster kita. Dia tidak ada di kepala kita, dia bersembunyi di balik dada kita. Dan kita harus memanggilnya keluar (“Monster NH!”, atau ganti saja NH dengan namamu), untuk dia berperan mengambil alih tugas robot yang telah selesai, untuk meneruskan, untuk menyelesaikan, untuk menang. Untuk lari, untuk sepakbola, untuk pekerjaan, untuk keseharian, atau untuk apa saja. Positif, pun negatif.

Read More

TAKUT

Informasi sahih yang menjadi sorotan adalah rugi segedegede jagung sederet barisan reksadana yang sedang ramai diberitakan, atau rontok serontok-rontoknya geguguran saham-saham yang berstempel “gorengan”. Sebenarnya, per penutupan kemarin, kalau dihitung sejak awal tahun 2019 ini, IHSG kita hanya turun 3,9% (LQ45 minus 3,74% dan Jakarta Islamic Index minus 3,67%). Tidak besar-besar banget, bukan? Lalu kenapa barisan reksadana itu bisa jadi begitu pesakitan? Di luar reksadana yang dikelola dengan tidak benar, tidak jujur, dan seenak dewe, akhirnya, You can’t beat the market, Sultan. Index is absolutely better than you, always.

Read More

KITA HANYA MENYAMPAIKAN…

Dan terutama, sekali lagi pengalaman “mengemis” donasi, pelajaran paling berharga darinya. Belajar untuk tidak perlu membawa perasaan. Tidak perlu tidak percaya dengan penolakan, tidak perlu marah dan sakit hati, tidak perlu sedih dan patah hati. Belajar melompat saja langsung ke tahapan akhir proses dalam menghadapi sebuah kenyataan; tahapan berserah, tahapan menerima kenyataan, apa adanya. Bukan urusan kita merespon. Itu urusan semesta, urusan Tuhan. “Kita hanya menyampaikan…”

Read More