SATU DI ANTARA RATUSAN GUNUNG

Aku melepas ikat kepala Buff pemberiannya Melingkarkan di pergelangan tangan Kiri seperti saban Nah, aku jelas mendengarmu Hanya apakah bisik tawamu Atau jerit tangismu Aku tak tahu Ilalang merunduk kalah Menyembah tanah Karenamu Katanya ombak yang terbelah Di laut yang lelah Sepertimu Bambu-bambu anak panah Daunnya bergesek saling melukai Sementara kabut durjana Terus mengurung sedari…

Read More

UNTUK KAMU YANG TERLALU MENGERTI AKU

Tak ada lagi matahari Juga bulan yang menemaniku Baiklah, Biar kubungkus saja hujan ini Kubawa pulang Untuk membasuh sesakku Sambil, Membelai rambutmu di layar kaca Menjilat keringatmu di handphoneku Membaca puisi indahmu dalam diam Melukis cerita-cerita seronokmu Aku tak butuh lagi matahari Juga bulan yang kau tinggalkan Aku hanya merindukan hujan Cukup itu saja, Untuk…

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (4)

Anakku, Janjiku kali ini isi suratku bukan mengenai investasi dan saham. Kamu pasti sudah mulai bosan ya. Akupun. Sedikit. Dahulu dan kadang aku sempat berpikir, berapa banyak sih tulisan – versiku – bisa dihasilkan dari hal yang namanya investasi dan saham. Wong simple gitu. Namun kadang ada saja hal yang tampaknya bisa (dan perlu) ditulis,…

Read More