KEPADA PEREMPUAN BERAMBUT KEPANG

Naila, Kamu masih ingat surat-suratmu dulu? Apa saja ya isinya? Aku sudah berusaha mengingatingatnya, tapi tetap saja tak mampu. Mungkin Kamu bisa bantu Aku. Sebut saja satu, sudah cukup untuk membuka sumbat di kepalaku. Naila, yang Aku ingat, Aku sejenak melayang ketika sore itu memegang surat pertamamu. (Dan surat-surat kedua ketiga kesepuluh dan kesekian puluh.)…

Read More

KOISHIKAWA KORAKUEN

“Worry before all worries in the world, enjoy after all enjoyments in the world” Aku melepas genggamanmu Perlahan Dalam balutan angin dingin Dalam siraman gerimis tipis Dalam tatapan basah bunga plum Dalam tangisan telat bunga cherry Menyusuri jalan setapak berbatu licin Berteman sungai kecil mengalir sunyi Tak ada lagi bunga plum Bunga cherry enggan menanti…

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (2)

Anakku, Mendaki 620 anak tangga menuju kawah Galunggung, di tengah gerimis tipis dan kepungan kabut terasa menyenangkan. Terkadang sekelebat teringat waktu Aku kuliah dulu, mengisi liburan dengan mendaki gunung bersama teman-teman MEGA, klub pecinta alam kami. Kemarin di tengah gerimis Galunggung, aku ingat pernah sekali waktu, dalam hujan, basah kuyup dengan beban ransel besar di…

Read More

AKU TIDAK PINTAR

Aku tidak pintar, sungguh Aku hanya tahu bank-bank besar itu cabangnya ada dimana-mana Aku hanya tahu mobil dan motor terus bertambah menambah macet jalan raya Aku hanya tahu isi ulang pulsa sekarang bisa dilakukan dimana saja kapan saja Aku memang tidak pintar, ya sih Aku hanya tahu camilan dari pabrik itu disukai anak-anakku Aku hanya…

Read More