Pelari (Trail) Ultra: Penaklukan Surga

In nòreni per ìpe,
in noreni coràh;
tirà mine per ìto,
ne dominà.

”Conquest of Paradise” bergema menembus udara. Lagu yang sejak pukul 4 sore hari sebelumnya sudah terdengar, saat mengantar para pelari 100K Bali Trail Running Ultra 2025 memulai perjalanan maksimal 34 jamnya, masih terus berputar, berulang-ulang. Kolosal, epik, dan megah. Misterius, tanpa makna yang jelas. Keindahan harmoni yang sejatinya mungkin memang tidak butuh kejelasan.

Read More

NAGA DAN CACING

Pelari perempuan di depanku membungkuk, muntah hebat. Berkali-kali. Seolah menguras habis isi perutnya. Wajahnya tampak menahan sakit. Aku mendekatinya, “Do you need water?” Dia hanya menunjuk ke botol air yang diselipkan di kantong belakang pinggangnya. Aku membantunya meraih botol itu, yang berisi cairan berwarna, bukan air mineral. Entah minuman apa itu.

Read More

THE PERFECT TEARS

Anne menangis. Gluteus, panggul dan pinggul, yang sakit memaksa pelari yang biasanya ceria itu tidak bisa berlari, atau bahkan untuk sekadar berjalan cepat (power walk). Hanya mampu berjalan. Masih sekitar 30 kilometer dari total 108K, dari Soe sampai Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jelajah Timur 2023, charity-run untuk penyediaan fasilitas air bersih, yang harus ditempuh. Bersama terik matahari pagi-siang bulan Oktober, bersama lintasan datar-naik-turun, bersama jalanan aspal dan beton yang memanggang. Bersama lelah dan kantuk sejak start sore sebelumnya. Bersama air mata tabah…

Read More