Anakku,
Tiga minggu lalu, saat memulai langkah-langkah kita, Minggu pagi menjelang pukul 08:00, Edinburgh masih lengang. Berlari perlahan menjajaki trotoar pinggiran kota, lalu memasuki kawasan deretan panjang pergudangan, tampak kalau kamu agak ragu, apakah aku nyaman dengan lintasan itu. Hahaha. Tentu saja aku nyaman. Edinburgh, seolah baru bangun dari tidurnya. Lalu lintas sepi. Trotoar rapih. Langit cerah. Sejuk, dingin. Dan terutama, menemani long-run-mu, persiapan virgin-full-marathon-mu tiga minggu lagi. Walaupun, sayangnya, aku tidak bisa mendampingi FM pertamamu…
Nada suaramu mulai sumringah ketika bau angin laut mulai tercium. Seperti janjimu, berlari ke pantai. Pantai Portobello. Tepat 5K dari kediamanmu. Menyusuri lintasan bibir pantai yang tenang, bangunan-bangunan indah di sisi kanan, perahu-perahu layar di atas pasir di sisi kiri, debur ombak halus, sepoi angin dingin, cafe-cafe yang mulai berbenah, serta satu-dua pelari yang berpapasan dan berlalu. Aku bersemangat, suasana “mewah” untuk berlari. Kita terus melangkah beriringan, memacu kaki dengan nyaman, hingga melewati batas kota, melewati papan nama penunjuk kota tetangga, Musselburgh.
Anakku,
Lebih dari seminggu aku tidak berlari. Dingin pagi 10 derajat dan hujan akhir September kadang menghalangi. Terakhir, Jumat minggu sebelumnya, di Hyde Park, London. Berlari dan berjalan, di taman super-luas dengan banyak lintasan, aspal dan tanah, lebar dan sempit, pepohonan rimbun-hamparan rumput-kebun bunga, bangunan-bangunan dan patung-patung kuno-antik-indah, serta danau besar berhias angsa dan bebeknya; selalu menjadi taman favorit tujuanku untuk berlari. Itupun tidak genap 5K. Namun berlari bersamamu-menemanimu mungkin mampu memacu semangatku, menambah energiku, dan membuatku kuat.
Eh, tapi tidak kuat-kuat amat juga ternyata. Memasuki Musselburgh Lagoons, di lintasan aspalnya yang halus, untuk berlari, bersepeda atau berjalan membawa anjing, yang naik-turun tipis bergelombang, di antara ilalang-ilalang warna coklat muda tinggi dan kawanan burung camar dan bebek di pinggir pantai, di KM12, aku berhenti, beristirahat sejenak. Memandangmu terus melaju, membiarkanmu mencari tambahan beberapa kilometer ke depan, untuk lalu berputar balik, kembali melanjutkan bersama, menggenapi latihan dua puluh lima kilometermu, kembali ke Portobello.
Anakku,
Marathoner,
Aku sudah boleh memanggilmu begitu.
Itu predikatmu sekarang.
Congrats, Finisher Yorkshire Marathon!
You did it!
Itu saja.
Tidak perlu ada nasihat atau petuah, karena kamu tentunya sudah belajar banyak hal, selama 5 jam lebih, sepanjang 42K itu!
Proud of You,
Ayah