Mataharimu dan Matahariku

Kalau di satu sore, di tanggal 24 Oktober 2025, terik matahari membakar aspal dan memanggangmu, yang dalam hitungan menit, keringat membasahi kepala dan kaosmu, membebani langkah-langkah awal kakimu, memaksa tersengal nafasmu dan sesak dadamu, sejak mulai berlari dari lapangan di Mbay-Nagekeo, dan kamu membenci matahari…

Ingatlah,

Kalau di setiap sore, di sepanjang tahun, di usia belasanku, matahari memanggangku, saat berjalan kaki di jalan bebatuan, membawa dua jeriken kosong lima liter, berjalan dua kilometer menuju tempat penampungan air hujan, mengisinya penuh, dan dengan lengan-lengan kecilku membawanya pulang, lalu kembali sekali lagi, aku membenci matahari lebih dari padamu.

Read More

APA YANG DIAJARKAN LARI KEPADAMU? (SANG WAKTU)

Sang Waktu adalah ayah dari kerendahan hati. Mengajarmu untuk meminta-mengiba donasi, untuk fasilitas air bersih demi anak-anak perempuan yang tidak kau kenal, dan tidak mengenalmu, untuk kemudian ikhlas dilupakan. Mengajarmu untuk mengingat kembali betapa kecil dan tak berarti sosokmu, pada sore cerah yang megah, pada samudra malam yang sunyi, di jalan gelap membelah hutan yang tak kau mengerti kiri kanannya, di sorot mata siang hari yang menggentarkan yang membuatmu tertunduk dalam.

Read More