Ultra (Trail) Man

Baru setengah perjalanan, sekitar kilometer 7, aku berhenti melangkah, berusaha menahan erangan sakit. Otot kedua pahaku menarik kencang, kram. Ingin duduk di tanah, hanya saja single-track tidak menyisakan ruang untuk itu, sementara beberapa peserta lain tidak jauh di belakang, terus bergerak maju. Jadilah berdiri, mematung, sambil -pura-pura- menikmati pemandangan, membiarkan peserta lain melewatiku. Bagusnya tidak ada yang bertanya, jadi tidak perlu berbohong.

Read More

BINTARO

I started talking to myself. Beneran, ngomong-sendiri. Kan sepi sendirian. Berbisik, pastinya tidak sampai berteriak, belum segila itu. (“There is something magical about running; after a certain distance, it transcends the body. Then a bit further, it transcends the mind. A bit further yet, and what you have before you, laid bare, is the soul.” ~ Kristin Armstrong). Kecuali, tentu saja, ketika melewati satu-dua pasangan yang masih belum selesai ber-Malam Minggu duduk-duduk di gundukan rumput dan di atas motor, atau kerumunan-kerumunan kecil anak-anak muda yang nongkrong di trotoar, aku membatin, “Lanjutin di depan aja nanti Nick, pas gak ada orang, tahan sedikit ketidakwarasannya”.
Ketidakwarasan?

Read More

TEUKU UMAR 123

Cemara-cemara menjulang tinggi, berbaris rapih memanjang jauh, berkilo-kilo dari ujung satu ke ujung lainnya, seolah memagari hamparan pasir putih krem yang kotor oleh sampah. Dua belas remaja lelaki bermain “gala” (“galasin”) di atas pasir yang diberi tanda garis, dengan tiang-tiang dari dahan kecil tertancap, berlari bergocek berguling. Tak jauh, dua remaja putri berhijab hitam, berbaju merah dan hitam, tengah berendam sembari bermain ombak. Belasan tukik (anak penyu) mulai dilepaskan, ditaruh perlahan di atas pasir, merayap berhenti merayap berhenti merayap, lambat namun pasti menuju laut. (Adakah laut memanggilnya?) Gelombang mengalun perlahan, mengantar ombak tipisnya ke pantai, menjemput anak-anaknya satu per satu, membawanya pergi, pada Samudera Hindia. Sore lewat pukul 6, langit terang masih menggantung di Nisero, pesisir barat Aceh, Kamis 10 Februari 2022.

Read More