DUNIA TENGAH BERPUTAR TERBALIK

Sebuah teriakan orang dewasa, “Kuno…”, meruntuhkan seluruh kebanggaan, dan kebahagiaan kekanakanku. Airmataku mengalir, padahal lagu yang kusukai dan sedang kunyanyikan, “Di sini senang, di sana senang, di manamana…” belum selesai. Aku turun panggung. Sebuah panggung sore, jadi-jadian, main-mainan bocah-bocah dekil sebuah kampung miskin di pinggiran Sungai Sambas. Kebahagiaan masa kecil yang terenggut, kebanggaan masa kecil yang tercampakkan, trauma masa kecil yang entah terbawa atau tidak.

Read More

LABA-LABA

Botak plontos bergincu merah dengan hanya ada tugas dan hukuman. Tugas dan hukuman. (“Gambar alat vital kalian!” Pedelah untuk urusan satu ini, lengkap dengan ukiran dan gradasinya, alhasil kok malah mendapat hukuman berat? Berguling di lantai dan dipepet menumpuk rapat di sudut ruang. “Memangnya mata, kuping, mulut bukan alat vital?!” Rasanya sampai sekarang pun kalau saya diberi tugas yang sama, percayalah, saya masih akan tetap keukeuh.)

Read More

TERBUAT DARI APAKAH KAMU?

“Everyone has a backstory. They have multiple backstories. The question is, which one is running you now?” ~ Tony Robbins *** Senja masih menggantung di Terminal Kota ketika aku bersiap turun dari bis kota di perhentian terakhir itu. Aku harus bergegas, karena penumpang-penumpang ke arah sebaliknya, Blok M, sudah berlari mengejar bis yang kutumpangi berhenti.…

Read More

NASI PUTIH DAN MINUMAN SODA

Kemiskinan tidak boleh diturunkan. Bill Gates bilang itu bukan salahku. Salah orangtuaku? Ampuunnn, kualat Aku. Aku ingat percakapan hari itu dengan kedua orangtuaku, Aku menawarkan untuk tidak kuliah, berhenti di level SMA saja. Aku mau membantu usaha keluarga. Bukan karena usaha keluarga yang sedang booming, tetapi, Aku tahu dari nada suara mereka, biaya kuliah terlalu berat untuk mereka, untuk kami sekeluarga. Seperti juga tiga tahun sebelumnya pada saat memasukkan Aku ke SMA yang lumayan top itu. Uang pangkal lima ratus ribu rupiah, entah menguras berapa bulan tabungan mereka. Entah apa jadinya kalau tawaranku diterima ayah ibuku saat itu. Seorang Nicky Hogan yang lain tentunya.

Read More