PEREMPUAN DENGAN SEPASANG BOLA MATA YANG HITAM DOMINAN (3/5)

Raung gesekan roda-roda baja dan rel MRT terdengar, semakin mendekat. Tidak banyak pengantri di larut malam begini dan juga tidak banyak penumpang yang bergegas keluar gerbong. Fei meletakkan pantatnya, di sebelah bangku untuk disabilitas yang dibiarkan kosong, memandang beberapa orang yang masih lalu lalang di luar gerbong. Seorang perempuan melintas. Fei mengenalinya, perempuan dengan sepasang bola mata yang hitam dominan.

Read More

KUNJUNGAN KEDUA (2/5)

Tiba-tiba Fei merasakan dadanya mengetuk-ngetuk. Perempuan itu. Perempuan yang sama ketika bulan lalu dia di ruang yang sama pula. Lokasi kejadian mimpi yang berbeda, peristiwa yang berbeda, orang-orang yang berbeda, tetapi perempuan itu hadir di kedua mimpinya. Perempuan dengan sepasang bola mata yang hitam dominan.

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (9)

Sebuah kehadiran. Kontak mata, kontak fisik. Kita sering sekali mengabaikan itu. Mungkin tidak bermaksud tidak menganggap penting yang menunggu kehadiran kita (kecuali memang sebaliknya?), sebenarnya ketidakhadiran kita di sisi lain bukankah menunjukkan bahwa kita sendiri tidak menganggap diri kita penting? Aku ulang ya, Nak. Ketidakhadiran kita bukankah sebenarnya menunjukkan bahwa kita sendiri tidak menganggap diri kita penting? Bukan begitu? (Bukan sok penting, bedakan ya Nak.) Sebuah kehadiran akan mampu menciptakan banyak hal yang tadinya tak ada. Buruk menjadi baik. Negatif menjadi positif. Pesimis menjadi optimis.

Read More