INVESTASI, RIWAYATMU NANTI

Seperti halnya kalimat paling terkenal dalam teori evolusi, bukan yang terkuat dan terbesarlah yang akan bertahan hidup, namun yang mampu beradaptasilah yang akan survive. Menjadi menarik untuk kita, selaku investor, mengamati dan mencermati perusahaan-perusahaan mana saja di lingkungan pasar modal serta yang saham dan obligasinya tercatat di bursa efek, mampu bertahan di tengah badai krisis serta “berevolusi” berbarengan dengan new normal. Perusahaan yang mampu menyesuaikan diri, bahkan melihat peluang efisiensi plus efektivitas dari new normal akan menjadi pemenang di masa yang akan datang.

Read More

SAHAM, BEGINI (SEHARUSNYA) CERITANYA

Jack Ma melintas, menitipkan ini. “Tolong jangan sebut diri kita investor jika menghasilkan uang saat pasar saham terlihat sehat, karena seorang wanita tua di jalan pun bisa melakukannya. Kita hanya benar-benar bisa disebut investor jika mampu membuat keuntungan saat pasar saham sedang bermasalah.” (Izin menambahkan, Jack, “Atau minimal mampu bertahan dengan kepala dan hati tetap tenang, menunggu badai berlalu.”) Si Kutu Buku kembali melintas, “Kita mungkin menderita hari ini dan besok, tapi lusa akan menjadi hari yang baik, jadi jangan menyerah hari ini.” (Izin lagi, Jack, “Atau kita bakal kehilangan hari esok dan lusa kita.”)

Read More

PUNYA UANG?

Saya suka dengan jawaban, “Waktu yang paling tepat untuk membeli saham adalah ketika kita punya uang.” The best time to invest is when we have money. Punya uang? Uang “dingin” untuk masa panjang dan masa depan? Beli! Titik. Salah, tanda seru. Saya akan selalu menjawab sama, entah lima tahun lalu, entah 2018, entah akhir tahun lalu, pun saat-saat ini di tengah krisis pandemi. Saya anaknya konsisten, untuk yang satu ini.

Read More

90:10

Dana. Pun kalau tujuannya dah lurus, dah teliti cek pilihan sahamnya tanpa andalan gosip, dah anti-gorengan, mbok belinya pakai duit dingin, yang memang buat simpanan waktu yang lamaaaaa, bukan buat kebutuhan minggu atau bulan-bulan depan. Parahnya lagi, nih, dananya ngutangan. Punya segini maunya segitu, greedy namanya bukan?

Read More