MY NAME IS DY, GREE-DY

Kenapa orang berinvestasi di penny stocks? Karena ingin cepat kaya? Ketidaksabaran. Berinvestasi dan membeli saham beberapa juta rupiah, lantas bermimpi menjadi miliarder dalam hitungan hari atau minggu, cukup untuk membeli sepeda ratusan juta keluaran terbaru, plus membayar hutang di warung BuYem di gang sebelah yang belum dilunasi sejak dua bulan lalu. (Beberapa saham recehan memang sengaja dirancang dengan gaya gravitasi besar, tapi kita kan bukan laron?)

Read More

INTUISI MILENIAL

Peraih hadiah Nobel, Daniel Kahneman, dalam bukunya “Thinking, Fast and Slow”, membagi pemikiran manusia menjadi sistem 1 “berpikir cepat” dan sistem 2 “berpikir lambat”. Sistem 1 bersifat intuisi, kita terlahir dalam keadaan siap – mengenali benda, takut laba-laba, dan menghindari kerugian. Sedangkan sistem 2 adalah operasi sengaja yang membutuhkan perhatian – berjalan lebih cepat dari biasa, menjaga kelakuan dalam situasi sosial, mengisi surat laporan pajak.

Read More

INVESTASI, RIWAYATMU NANTI

Seperti halnya kalimat paling terkenal dalam teori evolusi, bukan yang terkuat dan terbesarlah yang akan bertahan hidup, namun yang mampu beradaptasilah yang akan survive. Menjadi menarik untuk kita, selaku investor, mengamati dan mencermati perusahaan-perusahaan mana saja di lingkungan pasar modal serta yang saham dan obligasinya tercatat di bursa efek, mampu bertahan di tengah badai krisis serta “berevolusi” berbarengan dengan new normal. Perusahaan yang mampu menyesuaikan diri, bahkan melihat peluang efisiensi plus efektivitas dari new normal akan menjadi pemenang di masa yang akan datang.

Read More