KEPADA PEREMPUAN BERAMBUT KEPANG

Naila, Kamu masih ingat surat-suratmu dulu? Apa saja ya isinya? Aku sudah berusaha mengingatingatnya, tapi tetap saja tak mampu. Mungkin Kamu bisa bantu Aku. Sebut saja satu, sudah cukup untuk membuka sumbat di kepalaku. Naila, yang Aku ingat, Aku sejenak melayang ketika sore itu memegang surat pertamamu. (Dan surat-surat kedua ketiga kesepuluh dan kesekian puluh.)…

Read More

Love Letter for Indonesia

Indonesia, Apakah kamu untuk aku, ataukah aku untuk kamu? Memilihku lahir di pangkuanmu adalah anugerahku. Meniupkan napasmu di dadaku adalah hidupku. Memberiku makanminum dari tanahairmu adalah berkahku. Membagiku tawatangismu adalah surgaduniaku. Indonesia, aku Menatap matahari terbit di Bima Mencium aroma bunga mekar di Tomohon Meniti jembatan Sungai Mahakam Berjalan melintas perbatasan Skouw Berlari di pelataran…

Read More