“Menurutmu dulu kita berpacaran?”

“Menurutmu? Haruskah kujawab?”

Aku memandangi kembali wajah dewasamu tenggelam perlahan dalam danau tenang di sorot bintang matamu dibalut pelukan rambut hitam panjangmu yang tidak berubah sejak dulu.

Mimpi bukanlah apaapa hanya kembang tidur tanpa makna hasil acak bayang alam bawah sadar yang tetiba hadir di malam yang lelah dan gelisah untuk segera dilupakan tatkala mata selesai terpejam terbang bersama kicauan burung dan menguap oleh cahaya pertama mentari. Benarkah hanya itu?

Mimpi layaknya menghadirkan cerita nyata tentang ketidaknyataan kenangan ketakutan kesalahan kesedihan dendam tak tuntas masa lalu yang kembali setiap waktu tanpa mengetuk pintu mengusik harihari tak nyata takkan pernah tiada perlu mengejawantah menjadi nyata. Haruskah percaya itu?

Mimpi adalah pesan semesta yang dititipkan kepada kebaikan hati esok lusa ketika berteriak dejavu dari bibir bergetar tenggorokan kering tercekat rongga dada hitam menua atau kepada potongan puzzle puisi yang akan terus menerus ditulis tanpa bentuk tanpa hasil tanpa akhir. Maukah kau mempercayaiku?

Di biara itu, berdosakah kau bila juga memimpikan aku?

NH

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

4 replies on “MIMPI

Leave a Reply to wied Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.