Sejarahnya, kata “investment” berasal dari bahasa Latin, “investio”. Terdiri dari “in” dan “vestio”. Vestio berarti “to clothe, dress”, seperti “vest”-nya rompi. Untuk mudahnya, terjemahan aslinya kita artikan saja sebagai “berpakaian”. Dari akar kata yang sama, di Italia dikenal “investire”, yang artinya mulai melebar menjadi “menghabiskan uang, waktu, tenaga, dan lainnya, untuk maksud tertentu”.

Benjamin Graham melalui bukunya “Security Analysis” (1934) mencoba memberikan definisi untuk “investasi”, “An investment operation is one which, upon thorough analysis, promises safety of principal and a satisfactory return. Operations not meeting these requirements are speculative.”

Sebelumnya, Philip Carret, penulis “The Art of Speculation” (1930), yakin bahwa perbedaan seorang investor dan spekulator terletak di “motive”, alasan. Carret menghubungkan seorang investor dengan ekonomi dan bisnis, sedangkan spekulator dengan harga. Orang yang membeli saham atau crypto di masa pandemi pertengahan tahun lalu dengan harapan jual-untung dari kenaikan harganya, apa boleh buat, adalah spekulator. Sedangkan mereka yang membeli saham, juga pertengahan tahun lalu, atau kapanpun itu, dengan tujuan mendapatkan pembagian dividen (sayangnya crypto tidak ada dividen) rutin tahunan dari perusahaan kesayangannya, adalah investor. Seperti juga diamini oleh John Bogle, “The Clash of the Cultures: Investment vs. Speculation” (2012), investasi berarti kepemilikan jangka panjang, sedangkan spekulasi berarti berdagang (trading) jangka pendek.

Jangan berkecil hati atau ngedumel dulu, nyatanya spekulator sudah ada, bersanding dengan para investor, sejak lebih dari empat ratus tahun lalu, saat VOC pertama kali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Amsterdam. Bagaimanapun spekulasi tetap disukai, necessary and unavoidable; banyak kok yang berspekulasi secara pintar, good speculation. Walaupun lebih banyak lagi yang tidak. (Para investor jangan besar kepala dulu, sama juga, ada yang pintar, banyak juga yang bad investment.)

Berkembangnya waktu, akibat peran media massa juga sih, satu istilah saja -lebih simple- yang umumnya digunakan, “investor”, untuk setiap pelaku; pokoknya yang jual dan yang beli tanpa peduli alasannya, produknya, dan pakai duitnya siapa. Di pasar saham dan crypto misalnya, yang kita dengar adalah jumlah investor sudah sekian juta orang, dan bukannya jumlah spekulator, atau misalnya ada seminar investasi pasti cuan, bukannya seminar spekulasi tanpa tekor. Tentu saja, dibanding kata “spekulasi dan spekulator”, “investasi dan investor” terdengar lebih keren, cool, tidak memalukan mertua dan jauh dari cibiran tetangga.

Jadi, kalau sempat bertanya ke diri sendiri, kita nih sedang berinvestasi atau sedang berspekulasi? Coba deh ajukan ini, “Apakah tujuan utama kita adalah pertama-tama keamanan uang dan modal kita, baru kemudian pikirkan kesempatan untungnya, ataukah malah terbalik?” Kalau yang dipikirkan hanya mau untung-untungnya saja dan mengabaikan tujuan utama keamanan itu, tidaklah pantas menyebut diri “investor”, marah nanti Opa Ben. “Apakah kita melihat gambaran lebih universe and beyond akan kemungkinan prospek aset kita berkembang over the whole life, ataukah hanya sekadar membaca psikologi (ilmiah maupun tidak) pasar sesaat, menerka-nerka sentimen absurd, seraya menunggu pompoman ini-itu dan menyerahkan nasib ke tweet-an seorang Elon Musk?” Memangnya mereka siapa?

Tulisan ini bukan hendak mempertentangkan investasi dan spekulasi, investor dan spekulator. Buat apa juga. Hanya mencoba mengulik perjalanan kata yang terus naik daun itu. Di era ini, tidak lagi menarik untuk menarik garis antara keduanya. Setiap orang punya pendirian sendiri, uang sendiri, karenanya boleh ndableg sendiri. Investor tulen adalah manusia langka, karena pada dasarnya setiap kita adalah investulator, lantaran suka lupa “berpakaian”.

NH

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.