Jendela besar itu terpasang di depan teras, di tengah-tengah bangunan dua lantai mirip kastil, menggusur dua pintu kayu berat ke sisi kiri dan kanannya. List kayu membelah jendela menjadi sembilan kotak kaca, dengan hiasan setengah lingkaran kaca di atasnya; sebuah setengah lingkaran kecil lainnya dan empat list kayu membentuk sinar matahari.

Pukul 07:00. Suhu 12 derajat celcius. Aku berdiri di balik jendela. Menyapu perlahan pandanganku.

Jalan kecil berkerikil hitam, hamparan luas rumput hijau pendek rapih, laut biru yang tenang, bukit-bukit hijau dataran tinggi Isle of Skye, sedikit diselimuti awan putih, dan langit biru yang terbentang luas dan tinggi.

Sebatang pohon kecil di sisi kiri dan sebatang lainnya tanpa daun di sisi kanan, dan feri kecil putih -yang kemarin sore mengantarku menyeberang- tersandar di dermaga.

(Terima kasih kepada jendela, dan kepada matahari yang telah memberi warna-warna indah ini. “To praise the sun is to praise your own eyes.” ~ Rumi)

NH

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.