PEREMPUAN DENGAN SEPASANG BOLA MATA YANG HITAM DOMINAN

Raung gesekan roda-roda baja dan rel MRT terdengar, semakin mendekat. Tidak banyak pengantri di larut malam begini dan juga tidak banyak penumpang yang bergegas keluar gerbong. Fei meletakkan pantatnya, di sebelah bangku untuk disabilitas yang dibiarkan kosong, memandang beberapa orang yang masih lalu lalang di luar gerbong. Seorang perempuan melintas. Fei mengenalinya, perempuan dengan sepasang bola mata yang hitam dominan.

Read More

KUNJUNGAN KEDUA

Tiba-tiba Fei merasakan dadanya mengetuk-ngetuk. Perempuan itu. Perempuan yang sama ketika bulan lalu dia di ruang yang sama pula. Lokasi kejadian mimpi yang berbeda, peristiwa yang berbeda, orang-orang yang berbeda, tetapi perempuan itu hadir di kedua mimpinya. Perempuan dengan sepasang bola mata yang hitam dominan.

Read More

FEI, SEBUAH PROLOG

Seorang perempuan dalam balutan sweater hijau tosca, dengan tulisan “Walk On” di sana, berdiri di belakang sendiri, sedikit menunduk memandang lekat. Mata mereka beradu, dan Fei menangkap bola matanya yang hitam dominan.

Read More

KATEDRAL

“Sanctus, Sanctus, Sanctus Dominus Deus Sabaoth; Pleni sunt coeli et terra gloria tua Hosanna in excelsis” Seorang anak gadis umur sembilan tahun Berambut coklat pirang sepunggung diikat karet Dalam jubah anggun warna merah darah Berjalan perlahan ke meja altar Mengiringi pastur dan rombongannya Berulang kali menengok ke kiri kursi paling depan Ibunya berpaling sejenak dalam…

Read More

JAS HUJAN

06:48 Minggu pagi “Jas ujan, jas ujan, biar gak masuk angin…” Menenteng kantong kresek hitam di kiri kanan tangannya, masing-masing berisi 18 jas hujan, laki-laki itu berteriak pelan. Hujan sejak subuh tadi membawa langkahnya keluar rumah kontrakannya, mengarahkan langkahnya ke kawasan Sudirman. Sejam sebelumnya masih lumayan deras, tetapi sekarang mulai mereda, hanya gerimis. Tampaknya para…

Read More