SENANG

Senang. Siapa tidak senang dengan banyaknya tambahan jumlah investor baru di pasar modal tahun lalu? Tiga juta enam ratus tujuh puluh ribu investor baru reksa dana dan satu juta tujuh ratus enam puluh ribu investor baru saham. Naik lebih dari seratus persen dibandingkan dengan tahun 2020. Lonjakan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, menembus angka sepuluh juta total investor pasar modal Indonesia. Semua senang.

Read More

TERLANJUR SAYANG

Investor yang membeli saham (dan reksa dana) dengan harapan uangnya tidak dikonsumtifkan (diboroskan), dan tidak tergerus inflasi (nilainya menurun), yang berinvestasi untuk simpanan bekal rencana nikah, punya bayi, anak sekolah dan kuliah, hingga keinginan pensiun tua makmur, plus mimpi indah financial freedom, jelas sudah, itulah “mengamankan aset”, mengubah bentuk aset uang anda yang rentan ke bentuk instrumen lain, untuk tujuan mengamankan. Kenaikan harga saham, plus dividen berkala, menjadi harapan agar mampu menaikkan (baca: mengamankan) nilai asetnya, untuk nantinya cukup menutupi semua kebutuhan keluarga dan kehidupan, serta mimpi masa depan di kemudian hari. (Syukur-syukur semesta berbaik hati, ada hasil lebih.) Itulah yang namanya investasi. Itulah pengertian mengamankan aset. Titik. Sederhana.

Read More

SPEKULASI

Sebuah studi yang dilakukan oleh North American Securities Administrators Association, menunjukkan bahwa hanya 30% dari para spekulan day-trading yang untung, dan hanya 12% yang potensial bertahan dalam jangka panjang. Itupun hanya berlaku untuk mereka yang highly-skilled, dengan cukup waktu untuk memantau kejadian-kejadian global dan nasional, serta memonitor pergerakan harga, dengan pengalaman membaca mood pasar, plus perlengkapan strategi bertransaksi yang complete dan complicated. (Dan yang tidak berspekulasi dengan uang kebutuhan sehari-hari, atau uang pinjaman, atau uang pensiun. Serta merupakan porsi dana terkecil dibanding dengan keseluruhan portofolio investasi.)

Read More