Pemalu berlari pelan
Tiga putaran sudah di sisi luar stadiun
Menunduk hanya menunduk
Seolah ujung sepatu saja temannya
Dan aspal dunianya

Penakut duduk diam di pinggir kolam
Menghitung ikan yang tak pernah diselesaikan
Seolah selesai bukan miliknya
Dia milik sang waktu
Dan kematian

Pemalu melintas
Sekali ini, sekali ini saja
Pemalu menengadah menatap mata Penakut
Sekali ini, sekali ini saja
Penakut berpaling memandang mata Pemalu

Lalu, drama apa yang kamu harapkan?
Mereka saling tersenyum?
Saling menyapa?
Sudahlah, tidak terjadi apaapa di dunia nyata

Itu hanya ada di dunia maya
Malu dan takut tidak pernah hadir di sana
Dan di sanalah mereka bercinta

NH

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.