Ama55ing

“Yang penting, prinsipnya, tidak ngoyo dan tidak neko-neko. Jalani yang harus dan yang diperintahkan untuk dijalani, dan tidak melanggar yang dilarang. Tetangga punya apa, orang lain punya apa, tidak membuat kita terganggu. Ya itu, tidak usah neko-neko, dan tidak usah ngoyo. Nikmati saja.”

Read More

DI TAMAN

Seorang pemain skuter
Duduk sendiri
Sejam berlalu
Di bangku panjang
Tersembunyi
Di bawah pohon
Memandang rumput basah
Tetes air jatuh dari topinya
“Apakah pelari itu menyapaku?”

Seorang pelari
Melintasi aspal sempit taman
Berputar berulang
Sebebasnya
Daun maple rontok
Bunga merah putih ungu
Keringat dan gerimis
Bercampur jadi satu
“Berapa umur perempuan tua itu?”

Seorang perempuan tua
Sesekali menghindari hujan
Kepala tertunduk
Dalam kerudung hitam
Dengan alat bantu berjalan
Melangkah pelan
Saban pagi hari
Di taman kecil itu
“Siapa yang ditunggu pemain skuter itu?”

Pemain skuter
Berputar berulang
Saban pagi hari
Melintasi aspal sempit taman
Sesekali menghindari hujan
Sebebasnya
“Semoga aku tak dianggap tak ramah.”

Pelari
Melangkah pelan
Tetes air jatuh dari topinya
Kepala tertunduk
Di taman kecil itu
Sejam berlalu
“Aku rasa dia seumur ibuku.”

Perempuan tua
Memandang rumput basah
Bunga merah putih ungu
Bercampur jadi satu
Di bangku panjang
Duduk sendiri
“Mungkin kekasihnya tak datang.”

Pemain skuter, “Andai aku bisa mendengar.”
Pelari, “Aku rindu mendiang ibuku.”
Perempuan tua, “Aku telah menunggu seumur hidupku.”

Queen’s Park, Southampton
14 Juli 2023, 07.00AM, 14°C

Read More

INSOMNIA (3)

Terkadang aku rindu menulis, ada hasrat untuk selalu menulis, “harus” menulis, kebutuhan akan outlet; hanya saja bingung untuk memulai dari mana, dan terutama, apa yang tepatnya hendak ditulis. Kehilangan, tersesat, ruang kosong. Dunia menulis adalah dunia dengan alamnya sendiri. Ide-ide dan kata-kata mengapung dan beterbangan, tersedia dan siap dipetik setiap saat. Easily. Apapun yang ditangkap indera bisa menjadi tulisan, dengan kalimat dan gaya bahasa yang secara mudah -dan mengasikkan- bisa dirangkai dan dijungkirbalikkan, indah. Yang bahkan setelahnya membuat kita -aku sih tepatnya- terheran-heran, “kok bisa ya nulis kayak gitu?”, kadang macam menulis dalam kondisi kesambet, in trance, dan tidak percaya bakal bisa mengulanginya serupa. Sebuah buku berjudul simpel, “First You Write a Sentence.”, menarik perhatianku. Baiklah, aku akan menulis kalimat pertamaku, lantas berharap, “Alakazam, buka pintu!”

Read More