Lombok Bangkit (1/3) – Azura

Azura mungkin tidak mengerti apa yang sedang dilakukan empat Laskar Pelari ini, Adita, Carla, Erry, dan Nicky, ditemani Januar, Bliagus, Etha, dan Romi, berlari sejauh 60K, dari Tanjung ke Bayan, Lombok Utara. Azura belum mengerti berapa besar angka donasi miliaran rupiah yang telah dikumpulkan, yang digagas perkumpulan IOA melalui charity run Lombok Bangkit untuk pelatihan guru-guru di sana. Azura kecil mungkin juga tidak mengerti apa yang telah terjadi dengan keluarga dan kediamannya, tiga tahun lalu, Agustus 2018, ketika gempa bumi beruntun, ratusan kali, telah memakan korban ratusan jiwa, meluluhlantakkan ribuan rumah di kabupaten termuda di pulau Lombok, yang baru berusia tiga belas tahun itu.

Read More

RUNVENTURE: DANAU LUT TAWAR

“Kemewahan” bisa hadir dalam berbagai bentuknya. Runventure adalah sebuah kemewahan dalam salah satu rupa lain. Bukan dalam pengertian fasilitas luar biasa sebelum dan sesudah lelarian, tentu saja, namun dalam cerita petualangan lari selama berjam-jam, menempuh puluhan kilometer. Seperti disampaikan oleh seorang pelari-hardcore kemarin saat lari, sembari mengunyah tempe tipis goreng renyah hangat yang dijajakan warung warga, dikelilingi sawah berlatar bukit hijau di satu sisi dan danau biru di sisi lainnya, di sepoi hembusan angin sejuk yang memainkan anak-anak rambut dan matahari yang teduh bersahabat, di bawah langit biru cerah dan awan-awan putih, “Kalau tau lari bisa kayak gini, nyesel juga gua selama ini ikut-ikutan race.”

Read More

SURGA SETIAP ORANG

Seorang teman pernah geram menasihati, “Lu gak perlulah sebegitunya hanya untuk mencari donasi. Lari aja di Monas, dan gua akan tetap donasi.” Mungkin ini bukan hanya sekadar soal donasi, ini juga soal larinya, kecintaan berlari, berlari jauh. Lagi-lagi, you can’t ask why about love, kan? Dan di antaranya, barangkali ini juga yang dicari; tetes-tetes air yang jatuh lepas dari ujung topi putih, kaki yang terus menjejaki aliran air deras di aspal mendaki, pohon-pohon bambu yang menunduk nyaris menyentuh tanah menghalangi, lumpur dan kerikil batu kecil yang runtuh perlahan menuruni tebing tanpa henti.

Read More