RABU PAGI DI MONUMEN NASIONAL

Setiap Rabu dia akan ke Monumen Nasional Berjalan kaki dari kontrakannya di kawasan padat Karang Anyar Menyusuri Pasar Baru yang dahulu pernah menjadi primadona dan Lapangan Banteng yang sekarang tiba-tiba jadi ajang rebutan pengakuan Melewati jalan yang memisahkan Katedral dan Istiqlal Dia selalu bersemangat kalau sudah melihat menara cantik gereja dan kubah megah mesjid itu…

Read More

BIARKAN DIA DI SANA, MISTERI

Kami berdiri dan mengucapkan selamat berpisah Namun cinta dan keputusasaan berdiri diantara kami seperti dua hantu Yang satu mengembangkan sayapnya dengan jari di tenggorokan kami Sementara yang satu menangis dan yang lain tertawa Saat aku menggenggam tangan Selma untuk kucium Ia mendekat padaku dan mencium dahiku Ia menutup matanya dan berbisik lembut, “Oh Tuhan, ampunilah…

Read More

AKU BENCI KALIMAT ITU

“Hallo…” “Hallo, Rani…, lagi ngapain?” “Telpon…” “Jawaban klasik setiap kali kutelpon.” “Ya kan memang lagi telpon.” “Hahaha…” “Dakar, apa yang terjadi tadi pagi?” “Eh…” “Apa yang kamu lakukan terhadap Bu Astuti?” “Ng…” “Kamu memimpin boikot itu?!” “Ran, aku hanya mencoba melawan ketidakadilan, ketidakpedulian.” “Apanya…?” “Kemarin kamu tahu, class meeting kita selesai jam 11 malam. Aku…

Read More