SURAT UNTUK ANAKKU (9)

Sebuah kehadiran. Kontak mata, kontak fisik. Kita sering sekali mengabaikan itu. Mungkin tidak bermaksud tidak menganggap penting yang menunggu kehadiran kita (kecuali memang sebaliknya?), sebenarnya ketidakhadiran kita di sisi lain bukankah menunjukkan bahwa kita sendiri tidak menganggap diri kita penting? Aku ulang ya, Nak. Ketidakhadiran kita bukankah sebenarnya menunjukkan bahwa kita sendiri tidak menganggap diri kita penting? Bukan begitu? (Bukan sok penting, bedakan ya Nak.) Sebuah kehadiran akan mampu menciptakan banyak hal yang tadinya tak ada. Buruk menjadi baik. Negatif menjadi positif. Pesimis menjadi optimis.

Read More

SAYA BUTA

(“Ya, hanya di ruang itu juga, kami yang buta, mampu mensejajarkan diri dengan kamu yang bisa membaca tanpa meraba. Kalaulah buku adalah jendela kami melihat dunia, kalaulah buku mengajak kami keliling alam semesta, kalaulah buku adalah wujud angan dalam genggaman tangan kami, kalaulah buku membawa kami hidup ribuan kali, di ruang itulah tempat kami membenamkan diri. Merangkai mimpi.”)

Read More

KEPADA LAUT

Ketika kita sedang bahagia, dia akan mengintai dan bersiap sewaktu-waktu merenggutnya dari kita. Ketika kita bersedih, dia akan menyodorkan harapan-harapan yang seolah mudah untuk diraih. Dia menyukai roller coaster, dan menempatkan kita sebagai penumpangnya. Dia menikmati sorakan gembira kita sama seperti menikmati jerit ketakutan kita.

Read More