KUTUNGGU KAPOKMU…

(Coba simak soal pilihan ganda berikut ini: Kalau si para MendadakEndorser itu bilang saham ini atau itu, pasti bakalan naik atau untung atau cuan atau ara (auto reject atas) atau apapun istilahnya, jawablah pertanyaan ini:
a. Apakah dia punya saham ini-itu dan sedang niat jualan cuci gudang dan butuh “bantuan” kita untuk beli?
b. Apakah dia bagian dari jaringan mafia pemompom?
c. Apakah dia lagi sepi job nyeleb, nyanyi kek, ngemsi kek, ngedagang kek, tapi tetep mau manfaatin ke-nyeleb-annya?
d. Apakah dia adalah malaikat yang sedang turun ke bumi?
e. Apakah dia cukup pintar, dan ngarti yang dia “rekomendasi”-kan dan berharap tingkat kepintaran kita selevel dengannya?
Ssttt… Dahlah, invest invest aja, diem-diem aja, dan tetep di habitat kamu aja ‘napa, iyaaah kamuuu…)

Read More

SIAPA BILANG GAMPANG…

“Berasap liatin saham”
*sapa suruh lu liatin
Hahaha buat jangka panjang, gak usah diliatin sih

“Pasien banyak komen. Untung suruh jual”
*dada gua tercabik-cabik
Gak usah denger banyak orang. Beli simpen aja dah

“Beli mesti jual la. Gak jual drop mateng la”
*la-la-la, lu lebih percaya gua yang sehat atau pasien lu yang sakit sih?
Beda aliran

“Invest ya”
*iye Kakak, iyeehhh…

Read More

MEMPERTANYAKAN NABUNG SAHAM

Nabung Saham bukanlah merupakan sebuah realitas objektif. Layaknya “dollar-cost-averaging”, kalau awalnya hanya merupakan sebuah realitas subjektif, kemudian bergerak melebar menjadi sebuah realitas intersubjektif. Karena tidak bersifat mutlak layaknya gravitasi, realitas non-objektif sangat tergantung kepada keyakinan masing-masing individu dan kelompok. Dan karenanya menjadi sah-sah saja kalau ada individu atau kelompok yang tidak setuju dan tidak menyukai kata-kata itu, atau tidak menganggapnya bermakna apa-apa.

Read More