Ultra (Trail) Man

Baru setengah perjalanan, sekitar kilometer 7, aku berhenti melangkah, berusaha menahan erangan sakit. Otot kedua pahaku menarik kencang, kram. Ingin duduk di tanah, hanya saja single-track tidak menyisakan ruang untuk itu, sementara beberapa peserta lain tidak jauh di belakang, terus bergerak maju. Jadilah berdiri, mematung, sambil -pura-pura- menikmati pemandangan, membiarkan peserta lain melewatiku. Bagusnya tidak ada yang bertanya, jadi tidak perlu berbohong.

Read More

WANT YOU TO KNOW

Andai saja aku adalah semesta, aku akan mencintaimu dalam diam.
Andai aku adalah langit, aku akan tertawa dan menangis bersamamu.
Andai aku adalah harapan, aku tidak akan pernah jera kau campakkan.
Andai aku adalah puisi, aku akan memeluk setiap rasa yang kau tuliskan.
Andai aku adalah rasa sakit, aku akan selalu membisikkanmu, “biarlah, biarkan itu bagianku”.
Andai aku adalah rasa sepi, aku akan memberi makna kesendirianmu.
Dan andai aku adalah kesendirian, di saat kau lelah, di saat kau tidak menginginkan siapapun, di saat kau hendak menyerah, ingatlah, aku akan selalu setia mendampingimu.

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (22)

Awal bulan ini seorang pemuda tunet pemijat berbagi cerita denganku. Baginya, hidup hanya ada gelap dan terang, siang dan malam. Ya, hanya itu, Nak. Namun hidup tidak terpaku di dua sisi itu. Di balik gelap dan terang itu, dia punya banyak cerita. Tentang rambutnya yang dibiarkan gondrong terikat rapih dan tentang otot-otot kekar kaku yang disentuhnya. Tentang tempat tinggal sekaligus tempat prakteknya yang melompong dari perabot-perabot, yang berguncang setiap kali bus dan truk besar melintas kencang, di Jalur Pantura, di Kota Kendal, Jawa Tengah. Juga cerita tentang kampung halamannya, rindangnya pohon, kicauan burung, sejuknya angin perbukitan yang tiupannya menggoyang pelan jembatan gantung yang sering dilaluinya.

Read More