API UNGGUN 07092020, KARENA HIDUP HANYA SEKALI

Pergilah ke Takengon, nikmati negeri di atas awan di kaki gunung Leuser, nikmati sejuknya malam di ketinggian 1200 mdpl, nikmati pesona Danau Laut Tawar, nikmati lezatnya depik – ikan khasnya, nikmati kopi Gayo di tengah-tengah kebun kopi. Karena hidup hanya sekali.

Berkunjunglah ke Takengon, 1 jam perjalanan udara dari Medan atau 8 jam perjalanan darat dari Banda Aceh atau Medan, mampirlah ke Pak Syukri di Kafe Negeri Kopi, tempat berkumpulnya para investor dan trader saham, yang tertawa ketika investasi sahamnya berbagi dividen atau ketika naik, dan juga tetap tertawa-tawa ketika turun, sembari menghirup kopi. Karena hidup hanya sekali.

Berinvestasilah. Seperti dr Mahathir Muhammad, seorang dokter muda Banda Aceh yang ingin merdeka, dan memerdekakan. Memerdekakan negeri dari dominasi mayoritas investor asing, memerdekakan diri dari kemiskinan yang sering kali kita ciptakan sendiri, memerdekakan pikiran bahwa hidup hanya untuk hari ini. Karena hidup hanya sekali.

Belajarlah. Sejatinya hidup bukan hanya untuk diri sendiri, belajarlah hal benar, belajarlah dengan giat, belajarlah tanpa gentar, belajarlah menjadi berguna, belajarlah untuk berbagi. Karena mati bisa berkali-kali. Karena hidup hanya sekali.

Read More

API UNGGUN 24082020, EMPAT EMPATI

Saya suka istilah mentor saya, Dr. Tito Sulistio, “Negara harus hadir!” Di setiap provinsi -dalam hal investasi dan pasar modal- OJK dan BEI harus hadir, physically. (Kalau saya kepala daerah yang daerahnya tidak “dihadiri”, saya akan sangat tersinggung, kecuali itu adalah sinyal bahwa daerah saya direlakan merdeka.) Atau kalau masih berhitung angka-angka, otoritas harusnya sadar bahwa kebodohan dan tipu-tipuan itu jauh lebih besar biayanya, dibanding sekadar bayar sewa gedung, bayar listrik, dan gaji beberapa gelintir manusia. Rian dan Nasir baru saja mengajarkan kita bagaimana agar setidaknya 10% penduduk Indonesia menjadi investor pasar modal. Datangilah warga, “rumah demi rumah”. Seperti mereka, berempatilah.

Read More

MY NAME IS DY, GREE-DY

Kenapa orang berinvestasi di penny stocks? Karena ingin cepat kaya? Ketidaksabaran. Berinvestasi dan membeli saham beberapa juta rupiah, lantas bermimpi menjadi miliarder dalam hitungan hari atau minggu, cukup untuk membeli sepeda ratusan juta keluaran terbaru, plus membayar hutang di warung BuYem di gang sebelah yang belum dilunasi sejak dua bulan lalu. (Beberapa saham recehan memang sengaja dirancang dengan gaya gravitasi besar, tapi kita kan bukan laron?)

Read More