Supaya tidak keliru, saya mulai dengan membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia. Definisi “main”, adalah “melakukan aktivitas atau kegiatan untuk menyenangkan hati”.

Minggu lalu, di suatu acara, seorang pejabat pemberi sambutan menyebut istilah “pemain di pasar saham” (mungkin ditujukan kepada dan yang dimaksud adalah para “pelaku di pasar saham”, lebih enak didengar, bukan?). Sontak teman semeja saya mengeluh, “Aduh, kita hidup mati bekerja di pasar saham, kok dibilang pemain?!”. Saya hanya tersenyum, kecut.

Lebih lanjut, teman saya lalu bercerita. Banyak orang yang sering melemparkan pertanyaan, dalam nada sinis, “Masih main saham?”. Dan teman saya memastikan, itulah para pemain saham, atau tepatnya para mantan pemain saham, yang berakhir kalah, dan mungkin kapok. (Ya, kalah – bukan rugi – karena main identik dengan kalah dan menang, ya kan?)

Sebenarnya, main dan saham bukanlah dua kata yang pantas disandingkan. Setidaknya mengacu ke definisi KBBI di atas. Karena “main saham” sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menyenangkan hati, bersenang-senang, tetapi untuk mencari keuntungan (baca: kemenangan). Dan kalau ternyata kebanyakan dari para pemain itu malah berakhir dengan kerugian (baca: kekalahan), lalu mana unsur menyenangkan hatinya? Yang tersisa kan hanya sinis itu tadi.

Selama ini, istilah tersebut telah begitu destruktif merusak citra baik investasi saham. Memblokade pintu masuk awam ke dunia kesejahteraan. Mendengar “main saham”, kita semua sama-sama tahu, konotasinya sudah langsung buruk dan negatif. Alert di kepala kita langsung berbunyi nyaring. Tidak! Jangan! Hindari! Bayangkan, hanya gegara kata-kata itu.

Padahal saham sungguh menyenangkan hati (dan kantong), namun bukan untuk dimainkan. Untuk diinvestasikan jangka panjang. Atau bagi para trader jangka pendek, untuk ditransaksikan. (Jangan-jangan para trader sekalipun enggan mendengar dan memakai istilah itu. Jatuh bangun menganalisa pergerakan harga saham kok dibilang main.)

Lagipula rasanya saya tidak pernah tuh mendengar istilah “play stock” atau “stock player” di luar sana. Yang saya tahu istilahnya, ya, investing atau trading, investor atau trader. Istilah-istilah yang jauh lebih tepat, dan baik.

(Siapa sih yang mulai memakai istilah itu? Ah sudahlah, siapapun dia, mari kita akhiri kata #mainsaham. Damn, how I hate those words! #stopkatamainsaham)

NH

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.