Pelari perempuan di depanku membungkuk, muntah hebat. Berkali-kali. Seolah menguras habis isi perutnya. Wajahnya tampak menahan sakit. Aku mendekatinya, “Do you need water?” Dia hanya menunjuk ke botol air yang diselipkan di kantong belakang pinggangnya. Aku membantunya meraih botol itu, yang berisi cairan berwarna, bukan air mineral. Entah minuman apa itu.
Read More


