POSESIF

Kuingin tahu, kau harus mau Kuingin kau begitu, agar kau tahu … Bila ku mati, kau juga mati Walau tak ada cinta sehidup semati … Posesif ~ Naif * Devi : Saya anak milenial, mau investasi saham yang tiap tahun ada bagi-bagi keuntungannya, buat jajan. Ada gak Pak? “Namanya cocok ya sama keinginannya. Keuntungan yang…

Read More

THE LONG AND WINDING (AND RAINY) ROAD

Seekor camar berulang mengepakkan sayap-sayapnya, berusaha sekuat tenaga terbang menembus angin kencang. Posisinya tidak bergerak. Turun ke tanah, sebentar, kemudian berusaha lagi. Tetapi tetap saja di atas sana dia masih belum banyak bergerak. Kembali turun ke tanah, untuk ambil ancang-ancang berusaha lagi. Ramalan cuaca sehari sebelumnya persis sama; berangin (sesuai julukan kotanya), hujan, dan temperatur…

Read More

KARMA

Keringat terus menetes dari dahiku, bertemu dengan alis tebalku, dan perlahan mengalir ke ujung ekor alisku. Matahari persis di atas kepala, satu jam sudah memanggangku. Aku hampir menyelesaikan tugasku, menutupi jasad Jeff dengan tanah. Tinggal tersisa wajahnya. Wajah yang masih menunjukkan rasa sakit akibat ledakan ranjau yang melontarkannya tadi. Ranjau sialan! Perang laknat! Padahal inilah…

Read More

MEREKA MENGATAKAN AKU BERUBAH

Aku menyerahkan HPku. Seorang perempuan yang duduk persis di depanku menerimanya. Pesanan tiga ekor ikan bakar plus kepala ikan, bakar juga, belum terhidang. Masih dikipas di atas bara arang di ujung tenda terbuka sana. Bersama lelaki di sampingnya, perempuan itu mengamati gambar foto di layarnya. Memandangku, kemudian balik lagi ke layar HP. Tidak hanya sekali,…

Read More

NASI PUTIH DAN MINUMAN SODA

Kemiskinan tidak boleh diturunkan. Bill Gates bilang itu bukan salahku. Salah orangtuaku? Ampuunnn, kualat Aku. Aku ingat percakapan hari itu dengan kedua orangtuaku, Aku menawarkan untuk tidak kuliah, berhenti di level SMA saja. Aku mau membantu usaha keluarga. Bukan karena usaha keluarga yang sedang booming, tetapi, Aku tahu dari nada suara mereka, biaya kuliah terlalu berat untuk mereka, untuk kami sekeluarga. Seperti juga tiga tahun sebelumnya pada saat memasukkan Aku ke SMA yang lumayan top itu. Uang pangkal lima ratus ribu rupiah, entah menguras berapa bulan tabungan mereka. Entah apa jadinya kalau tawaranku diterima ayah ibuku saat itu. Seorang Nicky Hogan yang lain tentunya.

Read More