SURAT UNTUK ANAKKU (5)

Anakku, You don’t choose your passion, it chooses you. ~ Carmine Gallo Kamu pasti penasaran, antusias membaca suratku ini. Apa lagi sih yang mau ditulis orang tua ini setelah pensiun “tidak bekerja” 3 bulan, masa’ itu-itu lagi? Begini dongengnya, Nak. Pada mulanya adalah simbol-simbol dan gambar-gambar, yang dipahat dan dilukis di dinding-dinding gua purba. Itulah…

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (4)

Anakku, Janjiku kali ini isi suratku bukan mengenai investasi dan saham. Kamu pasti sudah mulai bosan ya. Akupun. Sedikit. Dahulu dan kadang aku sempat berpikir, berapa banyak sih tulisan – versiku – bisa dihasilkan dari hal yang namanya investasi dan saham. Wong simple gitu. Namun kadang ada saja hal yang tampaknya bisa (dan perlu) ditulis,…

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (3)

Anakku, Aku menulis lagi, untukmu, terpaksa. Aku sedang khawatir. Sangat khawatir. Takut. Mungkin juga sedih. Dan aku butuh kamu, sekarang. Paling tidak mendengarku. Maafkan ya Nak, itu nasibmu. Tadi pagi – juga semalam, setelah mendarat – sebelum pesawat tinggal landas, aku membaca banyak berita, chatting, kutipan sanasini, yang berisi kekhawatiran dan ketakutan mengenai bursa saham…

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (2)

Anakku, Mendaki 620 anak tangga menuju kawah Galunggung, di tengah gerimis tipis dan kepungan kabut terasa menyenangkan. Terkadang sekelebat teringat waktu Aku kuliah dulu, mengisi liburan dengan mendaki gunung bersama teman-teman MEGA, klub pecinta alam kami. Kemarin di tengah gerimis Galunggung, aku ingat pernah sekali waktu, dalam hujan, basah kuyup dengan beban ransel besar di…

Read More