SURAT UNTUK ANAKKU (17)

“Hari ini, Kobe mati dua kali.” Aku lantas membayangkan, Kobe tengah memeluk erat-erat Gianna “Gigi”, putri 13 tahunnya, di dalam kepanikan helikopter yang tengah berputar menukik ke bawah. Dalam hitungan detik. Apakah yang ada di kepala Kobe? Kalimat apakah yang diucapkannya untuk menenangkan Gigi? Bagaimanakah perasaan Kobe? Tidakkah dia putus asa? Tidakkah Kobe telah “mati” terlebih dahulu, pasrah tidak dapat melakukan apapun, untuk putri kesayangannya dalam dekapannya, menatap kematian bersama?

Read More

SURAT UNTUK ANAKKU (15)

Hidup adalah soal urutan. Aku terlahir di urutan kelima dalam keluargaku, bukan anak pertama ketiga atau ketujuh. Urutan yang membawaku ke diriku sekarang ini, bukan seseorang yang lain. Aku seolah “diurutkan” untuk menjabat direktur bursa pada periode 2015-2018, bukan pada dua periode sebelumnya, dimana Aku gagal pada saat pemilihan. Bayangkan kalau terjadi “salah urutan” di dua hal itu saja, tidak akan pernah ada nama “Nicky”, tidak di lingkungan yang membesarkanku, tidak menangani pengembangan bursa, tidak pernah ada tulisan ini, dan tulisan-tulisan lainnya. (Aku bahkan tengah membayangkan urutan penciptaan, kalau saja Eva hadir terlebih dahulu -dan kitalah, lelaki, tulang rusuknya- entah bagaimana nasib Adam, dan nasib kita saat ini.)

Read More