“You never know how strong you are, until being strong is your only choice.” ~ Bob Marley

Akhir bulan April lalu, saya menulis #KamiIndonesia, dan judul di atas adalah salah satu respon yang saya terima via whatsapp. Adakah jawaban terbaik untuk “pertanyaan” itu?

Juli 2015. Saya memegang secarik kertas. Galau. Data di atas kertas itu menunjukkan komposisi kepemilikan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), 64% punyanya investor asing dan 36% investor lokal. Tetapi yang lebih membuat galau adalah melihat angka di dua negara tetangga, Malaysia dan Thailand, perbandingannya sama, 24% versus 76%, antara asing versus lokal. Ada apa dengan kita? Kenapa kita begitu “tertinggal”?

Syukurlah itu cerita masa lalu. Senin kemarin ketika saya membaca data komposisi kepemilikan saham per April 2018, saya sumringah. Investor domestik Indonesia saat ini menguasai 51,38% kepemilikan saham di BEI! Happy.

Please don’t get me wrong, saya tidak anti investor asing sama sekali, saya mencintai mereka juga, seperti saya mencintai investor lokal. Tetapi bagaimanapun juga, besarnya kepemilikan saham oleh investor lokal akan membuat pasar yang lebih kokoh. Pasar yang lebih stabil dan tidak gonjang ganjing. Dan paling tidak, telah dibuktikan tahun 2017 lalu ketika investor asing jualan Rp 40 triliun, investor Indonesia pede belanja, dan indeks tetap berjaya.

Tahun ini? Asing masih terus menjual (dan kita masih terus membeli). Sudah lebih dari Rp 40 triliun lagi. Indeks? Turun negatif 5,98% (setelah sempat mendekati 10%). Sedih? Ya. Sakit? Pastinya. Tetapi seperti kata orang bijak, sakit jangan membuat kita jadi menderita. Nikmati saja, sedih dan sakit itu. (Kalau bisa.) Kita adalah tipikal investor pelari marathon, pelari jarak jauh. Stamina jangka panjang dibutuhkan sebagai seorang investor. Dan percayalah, kita semua di perahu yang sama kok.

Saya mengingat-ingat kembali, surat ketigaku kepada anakku beberapa waktu lalu. Penurunan indeks sepuluh dan dua puluh tahun lalu, yang kemudian selalu diikuti dengan rebound indah di tahun berikutnya. Saat ini saya mulai menimbang-nimbang untuk percaya dengan “siklus sepuluh tahunan” itu, namun dalam cara pandang yang berbeda. Yang lebih positif. Kalau tahun ini benar pasar akan turun menakutkan seperti diramal banyak peramal dadakan itu, tak sabar rasanya saya menantikan tahun depan yang menjanjikan kenaikan seperti dulu. (Dan saat ini saya berharap punya lebih banyak uang lagi untuk menambah lebih banyak lagi investasi.)

“Why worry
There should be laughter after pain
There should be sunshine after rain
These things have always been the same
So why worry now…” ~ Dire Straits

Walaupun, sebenarnya, saya tidak terlalu peduli juga. Investasi saya tidak untuk tahun depan anyway dan fluktuasi sama sekali tidak membuat saya kabur dan menyerah.

Namun apakah investor asing yang kepemilikannya turun dari 64% menjadi 48,62% dan kalau ditotal-total dalam dua tahun terakhir ini sudah net sell lebih dari Rp 80triliun, beneran hengkang? Lihatlah angka ini. Kepemilikan asing di 2015 adalah sebesar Rp1.700 triliun dan saat ini mereka masih memiliki nilai investasi, bahkan lebih tinggi, Rp 1.820 triliun. Nah!

Atau lihatlah angka ini. Dulu, 2015, 36% kepemilikan saham oleh investor lokal adalah senilai Rp 900 triliun, dan saat ini, April 2018, telah naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 1.900 triliun. Nah nah! Dan itulah 51,38%. Ya, itulah yang membuat saya sumringah. Pun ditengah penurunan indeks dan derasnya penjualan oleh investor asing yang seolah tiada henti. (Kalau anda bingung dengan angka-angka itu, saya bersedia kok menjelaskan dengan upah traktiran secangkir kopi.)

“Mengajak perang, Pak?”

“Siapa takut?”

Itu saja jawaban saya tempo hari. Lengkap dengan emoticon wajah tertawa.

NH

Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.