Aku jatuh cinta pada kata-kata, dan kerap mengingat kelebat bayangan masa kecilku berteman mainan tentara plastik kecil, bermain perang-perangan di sebidang tanah sempit di teras rumahku, sendirian. Karenanya aku menulis puisi dan fiksi. Kalau akhirnya aku juga menulis soal investasi saham, mungkin hanya karena sayang saja kalau isi kepala disimpan sendiri, mungkin ada gunanya kalau bisa dibaca orang. Kalaupun tidak berguna, paling tidak sudah membantu meringankan beban otak, mengosongkan sedikit ruang untuknya, agar bisa terus berputar. Juga menulis soal lelarian, adalah “me-time” lanjutan setelah lari panjang. Semacam pelengkap dan penyempurna, complement sekaligus supplement. Bertualang lari dengan otot, dan bertualang kata-kata dengan otak. Yang keduanya perlu melibatkan hati. Kalau tidak, lalu apa artinya lari buatmu?
Read More