“Pernah terpikir menulis tentang kita?” Tidak. “Tidak apa?” Tidak terpikir. “Kenapa?” Mungkin, mungkin satu saat saja nanti. “Berarti kamu berencana?” Aku tak tahu. “Apa yang akan kau tulis?” Tulis apa? “Tentang kita.”
Read More
KNOW ME BETTER. LIKE ME LESS.
“Pernah terpikir menulis tentang kita?” Tidak. “Tidak apa?” Tidak terpikir. “Kenapa?” Mungkin, mungkin satu saat saja nanti. “Berarti kamu berencana?” Aku tak tahu. “Apa yang akan kau tulis?” Tulis apa? “Tentang kita.”
Read More
Menanjak dan terus menanjak, dan ujung atasnya adalah Everest Climbers Memorial, sebuah lokasi tempat mengenang para pendaki dan sherpa yang meninggal dunia di kawasan Pegunungan Himalaya. Batu monumen berbagai bentuk, dimana-mana, begitu banyak. Dingin, putih dan berkabut. Nuansa kesedihan terasa.
Beberapa tulisan di antaranya terbaca, kematian justru menjemput ketika perjalanan turun setelah mencapai puncak. Atau separuhnya malah, mungkin. (“Apakah ketika setelah mencapai puncak, eforia kebahagiaan membuat kita tidak lagi hati-hati, ataukah capaian tertinggi hidup seolah membuat kita tidak butuh lagi sebuah kehidupan? Entahlah.”)
Read More
Kata-kata memang tak akan pernah sanggup mengungkapkannya, paduan warna-warni, langit awan gunung, bukit lembah jurang, jembatan sungai air, manusia hewan tanaman, mata telinga hidung.
Read More
Lalu, drama apa yang kamu harapkan? Mereka saling tersenyum? Saling menyapa? Sudahlah, tidak terjadi apaapa di dunia nyata
Read More