METAMORFOSIS

Seekor ulat memandang kupukupu yang baru keluar dari kepompong

“Hei, kamu berubah…”

Kupukupu mengamati tubuhnya
Kakikakinya tersisa enam
Kurus, panjang dan pendek
Tidak lagi mampu merayap seperti dulu
Di wajahnya tumbuh semacam belalai Juga antena yang aneh
Di kiri kanan sepanjang dada dan perut
Melekat dua pasang sayap
Dengan banyak warna warni mencolok
Yang tak pernah dilihat sebelumnya

“Kenapa aku menjadi begini?”
Kupukupu memandang ke arah ulat
Mengepakkan sayap-sayap itu
Terbang menjauh bersama tubuh barunya Bersama ketidakmengertiannya
Bersama kesedihannya

Meninggalkan ulat yang berbisik tak terdengar, “Kamu lebih indah sekarang”

Read More

POMPOM SANG KAPITALIS

Menyandang status investor, kalah mentereng dibanding menenteng tas kulit biawak keluaran terbaru, kalah mutakhir dibanding menggenggam handphone berkamera tiga, kalah kekinian dibanding menghabiskan waktu berjamjam nongkrong ngopi di cafe happening. Belum lagi dongeng seribu satu malam tiada habis soal risiko, ketidakmenentuan, penantian panjang, dan cerita-cerita tidak sedap lainnya. Salah satunya, cerita rugi. Investasi kok rugi, buat apa.

Read More

SAHAM, BEGINI (SEHARUSNYA) CERITANYA

Jack Ma melintas, menitipkan ini. “Tolong jangan sebut diri kita investor jika menghasilkan uang saat pasar saham terlihat sehat, karena seorang wanita tua di jalan pun bisa melakukannya. Kita hanya benar-benar bisa disebut investor jika mampu membuat keuntungan saat pasar saham sedang bermasalah.” (Izin menambahkan, Jack, “Atau minimal mampu bertahan dengan kepala dan hati tetap tenang, menunggu badai berlalu.”) Si Kutu Buku kembali melintas, “Kita mungkin menderita hari ini dan besok, tapi lusa akan menjadi hari yang baik, jadi jangan menyerah hari ini.” (Izin lagi, Jack, “Atau kita bakal kehilangan hari esok dan lusa kita.”)

Read More