“Itukah akhir tragis Ody?” “Saya masih tidak mengerti kenapa Ody tega melakukannya?”
Read More
KNOW ME BETTER. LIKE ME LESS.
“Itukah akhir tragis Ody?” “Saya masih tidak mengerti kenapa Ody tega melakukannya?”
Read More
“Kematian belum sempat memisahkan kita, namun kehidupan terus menerus melakukannya. Aku lelah. Inilah akhir semuanya…” Suara Ody terdengar datar dan kosong, disusul letusan pistol yang sedari tadi digenggamnya.
Read More
“Hari ini, Kobe mati dua kali.” Aku lantas membayangkan, Kobe tengah memeluk erat-erat Gianna “Gigi”, putri 13 tahunnya, di dalam kepanikan helikopter yang tengah berputar menukik ke bawah. Dalam hitungan detik. Apakah yang ada di kepala Kobe? Kalimat apakah yang diucapkannya untuk menenangkan Gigi? Bagaimanakah perasaan Kobe? Tidakkah dia putus asa? Tidakkah Kobe telah “mati” terlebih dahulu, pasrah tidak dapat melakukan apapun, untuk putri kesayangannya dalam dekapannya, menatap kematian bersama?
Read More
Bai bukan orang yang percaya dengan mitos angka, namun perasaannya tiba-tiba terasa aneh. Pernah didengarnya, dalam bahasa Mandarin, angka empat dilafalkan sama dengan kata kematian. Bai mengalihkan kembali pandangan ke jendela, sementara titik-titik hujan mengalir di balik kaca buram.
Read More