SURAT UNTUK ANAKKU (17)

“Hari ini, Kobe mati dua kali.” Aku lantas membayangkan, Kobe tengah memeluk erat-erat Gianna “Gigi”, putri 13 tahunnya, di dalam kepanikan helikopter yang tengah berputar menukik ke bawah. Dalam hitungan detik. Apakah yang ada di kepala Kobe? Kalimat apakah yang diucapkannya untuk menenangkan Gigi? Bagaimanakah perasaan Kobe? Tidakkah dia putus asa? Tidakkah Kobe telah “mati” terlebih dahulu, pasrah tidak dapat melakukan apapun, untuk putri kesayangannya dalam dekapannya, menatap kematian bersama?

Read More