SURAT UNTUK ANAKKU (15)

Hidup adalah soal urutan. Aku terlahir di urutan kelima dalam keluargaku, bukan anak pertama ketiga atau ketujuh. Urutan yang membawaku ke diriku sekarang ini, bukan seseorang yang lain. Aku seolah “diurutkan” untuk menjabat direktur bursa pada periode 2015-2018, bukan pada dua periode sebelumnya, dimana Aku gagal pada saat pemilihan. Bayangkan kalau terjadi “salah urutan” di dua hal itu saja, tidak akan pernah ada nama “Nicky”, tidak di lingkungan yang membesarkanku, tidak menangani pengembangan bursa, tidak pernah ada tulisan ini, dan tulisan-tulisan lainnya. (Aku bahkan tengah membayangkan urutan penciptaan, kalau saja Eva hadir terlebih dahulu -dan kitalah, lelaki, tulang rusuknya- entah bagaimana nasib Adam, dan nasib kita saat ini.)

Read More

90:10

Dana. Pun kalau tujuannya dah lurus, dah teliti cek pilihan sahamnya tanpa andalan gosip, dah anti-gorengan, mbok belinya pakai duit dingin, yang memang buat simpanan waktu yang lamaaaaa, bukan buat kebutuhan minggu atau bulan-bulan depan. Parahnya lagi, nih, dananya ngutangan. Punya segini maunya segitu, greedy namanya bukan?

Read More

THE WRITER

Kata demi kata terus mengalir, membaca aku. Seolah. “While you regain your energy by spending time alone in your complex internal world, you also care about people and value deep, authentic connections with others.” Gosh, aku tidak suka complexity, aku suka simplicity. “See, you’re truly complex.” Penolakan justru tidak menunjukkan kesederhanaan.

Read More

MONSTER YANG MENANGIS

Namun di saat itulah -ketika kita masih ingin meneruskan, ingin menyelesaikan, ingin menang- kita membutuhkan sosok lainnya. Monster. Monster kita. Dia tidak ada di kepala kita, dia bersembunyi di balik dada kita. Dan kita harus memanggilnya keluar (“Monster NH!”, atau ganti saja NH dengan namamu), untuk dia berperan mengambil alih tugas robot yang telah selesai, untuk meneruskan, untuk menyelesaikan, untuk menang. Untuk lari, untuk sepakbola, untuk pekerjaan, untuk keseharian, atau untuk apa saja. Positif, pun negatif.

Read More